Harga Smartphone Bakal Naik Gegara Rupiah Melemah? Ini Kata Brand
Uzone.id - Sejumlah brand smartphone angkat bicara soal potensi dampak pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap harga smartphone di pasar Indonesia. Info saja, nilai tukar Rupiah terhadap Dollar AS (USD) kembali melemah ke Rp17.831,72 per USD berdasarkan data BI per 26 Mei 2026.
Xiaomi misalnya. Disampaikan Andi Renreng, Marketing Director Xiaomi Indonesia, pihaknya terus memantau dinamika pasar, termasuk pergerakan nilai tukar mata uang global.
Menurutnya, kurs memang menjadi salah satu faktor yang ikut berpengaruh di industri teknologi. Meski begitu, Xiaomi masih berupaya menjaga agar semua lini produknya tetap punya value terbaik untuk konsumen Indonesia.
“Xiaomi Indonesia secara konsisten terus melakukan pemantauan terhadap berbagai dinamika pasar, termasuk pergerakan nilai tukar mata uang global yang memang menjadi salah satu faktor dalam industri teknologi,” kata Andi kepada Uzone.id.
“Namun demikian, hingga saat ini kami tetap berupaya menjaga agar produk Xiaomi di semua lininya dapat terus hadir dengan value terbaik bagi konsumen Indonesia melalui strategi bisnis dan perencanaan rantai pasok yang adaptif,” sambungnya.
Pun demikian dengan Poco. Menurut PR Manager Poco Indonesia, Novita Krisutami, penetapan harga produk Poco tidak dilakukan begitu saja. Poco terus meninjau produknya secara berkala agar kualitas dan inovasi yang dibawa tetap sesuai standar.
“Penetapan value produk kami tidak hadir begitu saja. Kami terus melakukan peninjauan secara berkala untuk memastikan kualitas dan inovasi yang kami hadirkan tetap berada di standar terbaik,” ujar Novita kepada Uzone.id.
Yang jelas, Poco tetap berpegang pada prinsip mereka saat ini, yakni ‘Extreme Performance dan Extreme Value’. Prinsip ini diterapkan di semua lini yang dibawa ke Indonesia, dari seri entry Poco C Series sampai model flagship F Series.
“Fokus kami juga selalu konsisten, mulai dari Poco C Series hingga F Series yang kami bawa ke Indonesia dirancang untuk tetap sejalan dengan DNA Poco: Extreme Performance dan Extreme Value. Komitmen ini akan terus kami pegang dalam setiap inovasi yang kami hadirkan,” lanjutnya.
Di sisi lain, Tecno secara tegas menyebut belum menaikkan harga smartphone karena pelemahan nilai tukar Rupiah. Hal ini diungkap Senior PR Manager Tecno Indonesia, Dessy Triani.
“Sejauh ini, Tecno belum melakukan kenaikan harga yang dikarenakan kurs atau pelemahan Rupiah,” ujar Dessy kepada Uzone.id.
Kendati begitu, ia mengakui ada beberapa produk Tecno yang mengalami penyesuaian harga. Penyebabnya bukan kurs, melainkan regulasi platform, dan kenaikannya disebut tidak signifikan.
“Namun, di beberapa produk mengalami kenaikan yang dikarenakan regulasi platform, tidak signifikan kenaikannya,” jelasnya.
Oppo sebut margin untuk Find X9 Ultra nyaris nol
Sebelumnya, Oppo juga sempat menyinggung isu kurs dan harga smartphone ini saat mengumumkan harga Oppo Find X9s dan Find X9 Ultra.
Deni Setiawan, Product Manager Oppo Indonesia mengatakan, harga smartphone tahun ini ikut terdampak oleh kenaikan biaya rantai pasok, terutama RAM dan memori. Nilai tukar yang terus meningkat juga disebut memberi dampak ke harga smartphone.
“Tahun ini memang terjadinya kenaikan harga karena rantai pasok dari RAM dan juga memori, serta nilai tukar yang terus meningkat. Itu memberikan dampak terhadap dari harga smartphone itu sendiri,” ujar Deni di Jakarta, Selasa (26/5).
Meski begitu, Oppo mengklaim sudah berupaya menekan harga agar tetap kompetitif di pasar. Bahkan untuk Oppo Find X9 Ultra, Deni menyebut margin keuntungan yang diambil perusahaan hampir tidak ada.
“Jadi kita benar-benar mengerahkan segala energi, tenaga kita, untuk bisa memberikan harga yang jauh lebih kompetitif di market. Dan bahkan, Oppo benar-benar bisa dibilang hampir tidak ada profit dari device ini,” jelasnya.