Digilife

Harga Masker Naik di E-commerce, Kemenkes Bakal Sanksi Seller Nakal

Vina Insyani
Harga Masker Naik di E-commerce, Kemenkes Bakal Sanksi Seller Nakal

Uzone.id — Harga masker melonjak naik di tengah erupsi Gunung Anak Krakatau yang terus berlangsung. Kenaikan harga ini terlihat di beberapa e-commerce seperti Shopee dan juga Tokopedia. Kenaikan dan kelangkaan masker ini juga terjadi secara offline. 

Di e-commerce, masyarakat mengeluhkan kenaikan harga yang tidak wajar di beberapa seller. Salah satunya kenaikan harga hingga 14 kali lipat dari 14 ribuan per-box menjadi Rp140 ribu. Sementara untuk seller offline, beberapa toko menerapkan aturan maksimal pembelian masker yaitu 1 orang maksimal 1 box masker.

Melihat kebutuhan masker yang tinggi dan kenaikan harga yang melonjak tajam tersebut, Kementerian Kesehatan menghimbau penjual baik itu online maupun offline agar tidak menimbun stok masker bagi masyarakat.




Hal ini disampaikan oleh Kepala Biro Komunikasi Kemenkes, Aji Muhawarman. Dalam keterangannya, Aji memperingatkan para produsen, distributor, hingga penjual eceran agar tidak melakukan penimbunan masker yang bisa memicu kelangkaan dan kenaikan harga produk tersebut.

"Pelaku usaha diimbau tidak melakukan penimbunan atau pembatasan pasokan, yang menyebabkan kelangkaan stok dan kenaikan harga secara tidak wajar yang dapat merugikan masyarakat," kata Aji dikutip dari Antaranews, Selasa, (08/09).

Aji melanjutkan, jika nantinya ditemukan seller atau produsen yang menimbun stok masker, Kemenkes tak segan-segan akan memberikan sanksi hingga pencabutan izin usaha.

“Apabila ditemukan pelanggaran, akan kami berikan sanksi pidana atau administratif, berupa peringatan sampai dengan pencabutan perizinan berusaha!" tambah Aji.

Demi memastikan stok masker tetap tersedia dan mencukupi kebutuhan pengguna di kondisi genting seperti bencana erupsi Gunung Anak Krakatau, Aji menjelaskan bahwa Kemenkes sudah berkoordinasi dengan produsen dan distributor untuk menjaga kelancaran pasokan.




Aji tak menyangkal kalau saat ini terjadi kenaikan harga masker di platform online maupun offline tapi ia menegaskan bahwa stok masih tersedia dan Indonesia tidak sedang mengalami krisis masker.

Ia pun menegaskan bahwa Kemenkes bersama dengan pemerintah dan instansi terus melakukan pemantauan untuk memastikan kalau pasokan tetap tersedia untuk seluruh masyarakat.

"Kemenkes bersama pemerintah daerah dan instansi terkait terus memantau ketersediaan, distribusi, dan harga masker, serta memastikan pasokan tetap tersedia bagi masyarakat di wilayah terdampak abu vulkanik, khususnya dari Gunung Anak Krakatau," tambahnya.

Sebelumnya, sesuai dengan himbauan dari Kementerian Kesehatan, masyarakat diminta untuk menggunakan masker ketika berkegiatan keluar rumah. Hal ini diterapkan karena kandungan abu vulkanik yang berpotensi mengganggu kesehatan warga.

Abu vulkanik dinilai berbahaya karena mengandung partikel pecahan batuan, mineral, dan silika tajam yang menyerupai serpihan kaca. 

Kandungan ini menyebabkan abu vulkanik bersifat abrasif dan iritatif sehingga bisa menyebabkan adanya iritasi pada saluran kesehatan, gangguan mata, iritasi kulit dan pencemaran pangan dan alir.