Harga Laptop Asus Naik di 2026, Komponen Langka Biang Keroknya
Uzone.id - Bukan cuma smartphone, harga laptop dan PC baru di tahun depan juga bakalan naik. Beredar di media sosial, surat internal dari PT Asus Technology Indonesia yang mengonfirmasikan adanya kenaikan harga yang ditetapkan per tanggal 1 Januari 2026.
Surat yang ditandatangani Country Manager Asus Indonesia, Lenny Lin, menyebutkan bahwa langkah ini diambil akibat pasokan memori dan penyimpanan global yang sangat ketat, menyusul pesatnya pertumbuhan infrastruktur AI dan data center.
Awalnya kami ragu, apakah surat ini beneran dari vendor terkait? Alhasil, kami pun bertanya langsung kepada Asus Indonesia perihal kebenaran isi surat yang beredar di media sosial tersebut.
Head of PR Asus Indonesia, Muhammad Firman memberikan konfirmasi langsung bahwa kenaikan harga laptop dan PC desktop Asus di tahun 2026 memang valid. Kenaikan harga tersebut merupakan imbas dari suplai dan lonjakan harga komponen utama komputer dari masing-masing produsennya.
“Rumor yang beredar tentang kenaikan harga laptop dan PC desktop di tahun 2026 bisa kita konfirmasikan benar adanya. Kenaikan harga tersebut merupakan imbas dari supply dan kenaikan harga komponen-komponen Utama komputer dari masing-masing produsennya,” jelas Firman, kepada tim Uzone.id, melalui pesan singkat.
Meski begitu, Firman menekankan bahwa Asus Indonesia akan mengupayakan yang terbaik bagi pengguna dengan memberikan nilai lebih pada produk-produk yang dipasarkan di Indonesia.
“Akan tetapi, kami dari Asus Indonesia akan mengupayakan yang terbaik bagi pengguna kita, dengan memberikan nilai lebih pada produk-produk yang kita pasarkan ke pengguna setia Asus,” tegasnya.
Bukan cuma Asus
Langkah penyesuaian harga ini bukan diambil oleh Asus saja, tapi hampir seluruh pemain besar di industri PC dalam negeri. Lagi-lagi berdasarkan bocoran surat yang beredar di media sosial, HP menjadi yang tercepat dalam mengambil tindakan dengan menaikkan harga produk Personal Systems tertentu yang efektif berlaku mulai 22 Desember 2025.
Langkah HP ini dipicu oleh lonjakan permintaan memori dan penyimpanan yang diprediksi akan terus melampaui pasokan global hingga sepanjang tahun 2026.
Menyusul Lenovo Indonesia yang akan menyesuaikan harga produk yang menggunakan komponen RAM dan SSD mulai 1 Januari 2026. Lenovo menjelaskan bahwa faktor pemicunya sangat kompleks, mulai dari lonjakan permintaan AI yang mengalihkan suplai dari pasar konsumer, pemangkasan produksi, hingga transisi teknologi ke DDR5 dan HBM oleh produsen utama.
Sama halnya, Acer Indonesia ikut mengumumkan kenaikan harga pada lini laptop dan desktop mereka yang berlaku per 1 Januari 2026 akibat melambungnya biaya pengadaan komponen SSD dan RAM secara global.
Efek domino ‘AI Bubble’
Situasi ini sebenarnya merupakan buntut dari fenomena ‘AI Bubble’ yang sedang melanda industri teknologi. Produsen chip memori dunia seperti Samsung Semiconductor dan Micron kini lebih memprioritaskan pasokan untuk infrastruktur data center AI yang memiliki margin keuntungan jauh lebih tinggi dibandingkan pasar retail.
Akibatnya, terjadi kelangkaan DRAM dan NAND di pasar konsumen yang memicu kondisi ‘chipflation’. Hal ini memaksa vendor menaikkan harga jual rata-rata demi menutupi biaya produksi yang membengkak.
situasi sulit ini bisa bertahan setidaknya sampai tahun 2027 jika permintaan sektor AI tidak kunjung melandai.