Harga BBM Diprediksi Naik 5-10 Persen, Apa Kata Pertamina?
Uzone.id - Konflik yang terjadi di Timur Tengah, diprediksi akan berimbas ke harga BBM di Indonesia. Ekonom bahkan memprediksi harga BBM bisa naik antara 5-10 persen di April 2026 nanti.
Pengamat Ekonomi, Wisnu Wibowo, yang juga Ekonom Universitas Airlangga, mengatakan kenaikan harga BBM non-subsidi merupakan konsekuensi dari lonjakan harga minyak dunia.
Contohnya, harga minyak Brent untuk kontrak berjangka Mei naik 2,92 persen menjadi USD115,86 per barel pada awal perdagangan per 30 Maret.
Dengan adanya lonjakan harga minyak dunia tersebut, harga BBM di Indonesia juga diproyeksi berpengaruh hingga kenaikan 5-10 persen.
"Range kenaikan segitu dalam kondisi normal. Jadi bisa dihitung kenaikannya, jika Pertamax RON 92 Rp12.000-an misalnya ya antara Rp1.000-an," ujar Wisnu seperti dikutip dari Liputan6.
Sebelumnya di bulan Maret 2026 kemarin, Pertamax sudah mengalami kenaikan dari Rp11.800 menjadi Rp12.300 per liternya. Begitu juga Pertamax Green dari Rp12.450 menjadi Rp12.900 dan Pertamax Turbo dari Rp12.700 menjadi Rp13.100 per liter.
Sementara itu solar non-subsidi seperti Dexlite naik dari Rp13.250 menjadi Rp14.200 per liter dan Pertamina Dex dari Rp13.500 menjadi Rp14.500 per liter.
Per Maret kemarin, harga BBM subsidi seperti Pertalite dan Solar masih ditahan di masing-masing harga Rp10.000 dan Rp6.800 per liter.
Selain prediksi dari Ekonom, seorang warga X juga mencuitkan kabar kalau Pertamax akan menjadi Rp17.000 per liter mulai 1 April besok.
Namun kabar itu langsung dibantah oleh pihak Pertamina. Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Muhammad Baron mengatakan informasi tersebut bukan berasal dari pihaknya dan tak bisa dipertanggungjawabkan.
"Informasi proyeksi kenaikan harga BBM yang beredar tidak dapat dipertanggungjawabkan, hingga saat ini belum ada pengumuman resmi mengenai harga per 1 April 2026," sebut Baron dikutip dari Detik.
Baron mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya pada informasi yang bukan resmi, menurutnya perkembangan harga BBM dapat diakses publik lewat situs resmi Pertamina.
"Dapatkan informasi valid harga BBM Pertamina hanya melalui saluran resmi www.pertamina.com. Pertamina mendukung imbauan Pemerintah untuk menggunakan energi secara bijak," pungkasnya.
Perlu diketahui, konflik di Timur Tengah telah mempengaruhi harga BBM di beberapa negara tetangga Indonesia seperti Singapura, Malaysia, Thailand, Filipina, Vietnam, hingga Myanmar.
Bahkan Myanmar telah menerapkan strategi pembatasan pembelian BBM oleh kendaraan pribadi untuk menjaga stok energi mereka tidak kehabisan.
Lonjakan harga BBM tertinggi terjadi di Singapura, di mana negara tersebut telah menjual BBM RON 95 dengan harga mencapai Rp54 ribu per liter.