Hands-on Samsung Galaxy A57: Bodi Tipis dan AI-nya Naik Kelas, Tapi...
Uzone.id - Samsung Galaxy A57 sudah resmi dijual di Indonesia. Harga ponsel ini memang naik, tapi Samsung juga kasih upgrade penting pada spek Galaxy A57 yang membuatnya kian menarik.
Kali ini, kami berkesempatan menjajal langsung Samsung Galaxy A57. Masih sama seperti tahun-tahun sebelumnya, Samsung masih mempertahankan gaya minimalis nan elegan.
Beberapa upgrade penting di dalamnya pun patut untuk diacungi jempol. Namun, memang ada satu catatan penting soal smartphone ini yang akan kami bahas dalam review singkat Samsung Galaxy A57 di bawah ini.
Sebelum masuk ke bahasan utama, mari unboxing Samsung Galaxy A57 terlebih dahulu. Di dalam kotak penjualannya, tentu terdapat unit Galaxy A57, kemudian kabel USB-C to USB-C, kartu garansi dan panduan lengkap, serta SIM ejector.
Desain lebih ramping, sudah IP68
Kesan kali pertama menggenggam Samsung Galaxy A57 adalah, “kok enteng ya?” Beda dari pendahulunya, ponsel ini begitu tipis dan ringan, ketebalannya cuma 6,9 mm dengan bobot 179 gram. Info saja Galaxy A56 itu tebalnya 7,4 mm dengan bobot 198 gram, jadi jauh banget perbedaannya.
Sasis ponsel ini masih pakai bahan metal, dengan desain yang sebenarnya masih mengadopsi DNA khas Galaxy yang simple.
Tombol volume dan power ditempatkan di sisi kanan pada area menonjol. Di bagian belakang, desain modul kameranya terlihat manis dengan efek translucent di bagian tepinya, menyatu apik dengan warna bodi perangkat.
Bicara soal warna, ada empat opsi yang tersedia, Awesome Navy dengan kelir biru gelap, Awesome Gray yang tampak klasik, Awesome Icyblue dengan kelir biru nan elegan, dan Awesome Lilac dengan kelir ungu terang yang tampak standout.
Samsung juga sudah meningkatkan durabilitas ponsel ini. Galaxy A57 kini mengantongi sertifikasi IP68, naik kelas dari pendahulunya yang cuma IP67. Jadi, urusan tahan debu dan air rasanya sudah aman banget buat diajak outdoor.
Layar Super AMOLED+, chipset-nya upgrade
Beralih ke area depan, mata langsung dimanjakan oleh layar 6,7 inci Super AMOLED+ beresolusi Full HD+. Visual yang dihasilkan khasnya panel AMOLED Samsung yang kaya warna, terasa punchy, dan mulus juga berkat refresh rate 120Hz.
Layar ini juga punya tingkat kecerahan yang sangat baik berkat dukungan fitur Vision Booster, jadi menatap layar di bawah terik matahari bukan masalah.
Untuk urusan performa, Samsung Galaxy A57 dipersenjatai chipset Exynos 1680., naik satu level dibanding sebelumnya yang gunakan Exynos 1580.
Performanya kian ditunjang oleh RAM 8 GB dan 12 GB, serta memori 256 GB. Walau bodinya lebih tipis, Samsung tetap bisa menyematkan baterai 5.000 mAh yang sudah mendukung fast charging 45W. Klaimnya Samsung, ngecas hingga 60 persen cuma butuh 30 menit saja.
Sementara untuk jepret-jepret, konfigurasi kameranya masih terbilang familiar. Ada kamera utama 50 MP yang sudah dilengkapi OIS biar video tetap stabil, ditemani lensa ultrawide 12 MP, dan makro 5 MP. Di depan, ada kamera selfie 12 MP.
Ini yang beda, Awesome Intelligence
Samsung Galaxy A57 jadi Galaxy A Series pertama yang berjalan di One UI 8.5 berbasis Android 16. Di OS ini, bukan Galaxy AI yang disematkan Samsung, melainkan Awesome Intelligence. Deretan fiturnya mirip-mirip Galaxy AI, tapi terbilang standar lah.
Voice Transcription misalnya, di mana fitur ini sudah terintegrasi dengan Voice Recorder. Sesuai namanya, fitur ini bisa langsung menerjemahkan rekaman atau mengubah pesan suara jadi teks. Menariknya, fitur ini diproses secara on-device, berkat kemampuan neural processing unit (NPU) yang mencapai 42 persen lebih baik dari sebelumnya.
Urusan editing visual juga makin praktis. Samsung menyempurnakan fitur Object Eraser supaya hasilnya terlihat lebih rapi dan natural. Opsi untuk mengotak-atik mode blur juga dimaksimalkan pada menu Gallery Samsung Galaxy A57.
Seperti Galaxy S26 Series, Samsung Galaxy A57 pun sudah mendukung Circle to Search versi terbaru dengan kemampuan pengenalan multi-objek dalam sekali pencarian, dan hadir juga asisten Bixby.
Sebagai investasi jangka panjang, Samsung berani memberikan jaminan pembaruan versi OS dan patch keamanan hingga 6 tahun ke depan. Semua data penting di dalamnya juga sudah diproteksi oleh keamanan tingkat perangkat keras, Knox Vault. Plus, Samsung juga kasih garansi 2 tahun untuk Galaxy A57 ini.
Harga dan catatan penting
Samsung Galaxy A57 sudah dijual di Indonesia dengan harga sebagai berikut:
- 8/128 GB: Rp7.599.000
- 8/256 GB: Rp8.299.000
- 12/256 GB: Rp8.999.000
Soal harga ini yang jadi catatan penting dari kami untuk Samsung Galaxy A57. Bagaimana tidak, harga varian tertinggi ponsel ini hanya beda sejuta dari Samsung Galaxy S25 FE, yang notabene lebih kencang, punya fitur AI yang lebih lengkap, dan tentu saja konfigurasi kamera yang lebih lengkap.
Kamera, buat kami jadi concern penting, lantaran ketiadaan lensa telephoto di smartphone ini. Padahal, di rentang harga yang sama, ada banyak smartphone Android dengan spesifikasi kamera lebih lengkap.
Meski, kami yakin, secara kualitas, kamera Samsung Galaxy A57 harusnya lebih bagus dari seri terdahulu. Pihak Samsung sendiri memastikan bahwa kemampuan kamera ponsel barunya tidak kalah dari kompetitor, khususnya soal pemotretan malam atau Nightography.