Headline

Hands-On iPhone Air: Super Tipis, Premium dan Tahan Beban 60 Kg!

Hani Nur Fajrina
Hands-On iPhone Air: Super Tipis, Premium dan Tahan Beban 60 Kg!

Cupertino, Amerika Serikat, Uzone.id -- Setelah iPhone 17 Series, ada kejutan lain yang rasanya fresh: iPhone Air. Dari namanya sudah terbayang: tipis, ringan, dan stylish.

Dan setelah mencoba langsung, kesan pertama tim Uzone cuma satu (atau dua, deh): beneran tipis dan cocok buat orang yang selalu up-to-date soal style.

Tertipis sepanjang sejarah iPhone

iPhone Air ini hadir sebagai iPhone tertipis yang pernah Apple bikin. Tebalnya cuma 5,6 mm. Buat perbandingan, itu lebih tipis dari pensil Apple Pencil generasi awal, bahkan tipisnya hampir seperti dua kartu ATM ditumpuk.


Foto: Uzone.id
Foto: Uzone.id


Tapi jangan salah, walaupun tipis, feel-nya tetap kokoh khas iPhone. Saat digenggam, ada rasa solid yang bikin percaya diri. Desainnya juga masih mempertahankan sisi-sisi membulat, jadi tetap nyaman digenggam tangan walaupun bodinya super slim.

Slogan “iPhone tertipis yang pernah ada” ternyata bukan sekadar gimmick.

Titanium + finishing mengkilap, sangat mewah

Bahan utamanya bukan kaleng-kaleng. iPhone Air pakai rangka Grade 5 titanium dengan finishing yang mengkilap seperti kaca. Jadi walaupun tipis, tetep berasa mewah dan premium.

Kalau orang lain lihat, ini jelas kelihatan beda, aura “luxury” khas iPhone-nya dapet banget.





Layar 6,5 inci Super Retina XDR

Apple tidak perhitungan soal layar. iPhone Air bawa Super Retina XDR Display 6,5 inci dengan refresh rate 120 Hz ProMotion. Jadi scrolling dan animasi terasa super mulus. Ada juga Always-On Display, fitur yang biasanya identik sama lini Pro, sekarang hadir di Air.

Kecerahannya juga nggak main-main, 3.000 nits, sama seperti iPhone 17. Dipakai outdoor saat siang bolong pun tetap jelas kelihatan. Buat yang sering nonton, scrolling media sosial, atau gaming, layar ini bisa dibilang salah satu yang terbaik di kelasnya.



Perlindungan layar & bodi

Apple juga ningkatin durability. Bagian depan iPhone Air dilapisi Ceramic Shield 2, yang katanya 3x lebih tahan gores dibanding generasi sebelumnya. Sementara bagian belakang dilapisi Ceramic Shield biasa, tapi sudah ditingkatkan menjadi 4x lebih tahan retak.

Dan ini bagian yang bikin kagum: meski super tipis, iPhone Air tetap kuat. Dalam sebuah demo, Apple menunjukkan iPhone Air ditiban beban seberat 60 kg.

Begitu bebannya diangkat, iPhone Air kembali ke bentuk semula tanpa retak, tanpa bengkok, dan tetap berfungsi normal. Jadi selain tipis dan premium, ternyata juga punya daya tahan yang bisa diandalkan.





Action Button + Camera Control

Selain desain tipis, iPhone Air juga tetap dilengkapi dua tombol tambahan yang membuatnya "gak ketinggalan".

  • Action Button: mirip di iPhone 15 Pro dan 16, bisa dikustomisasi buat shortcut favorit.
  • Camera Control: tombol khusus buat akses cepat kamera. Jadi kalau mau jepret atau rekam video, tinggal pencet saja. Simpel tapi berguna.





Kamera: Fusion System, 48 MP

Nah, ini bagian yang agak bikin campur aduk. iPhone Air cuma punya satu kamera belakang. Yup, nggak ada ultra-wide.

Apple pakai sistem baru, Fusion Camera 48 MP dengan sensor quad-pixel plus sensor-shift OIS. Ada juga opsi 2x telephoto hasil cropping pintar dari sensor besar itu.

Hasilnya gimana? Dari uji coba singkat, detailnya tetap tajam, dynamic range luas, dan warnanya khas iPhone: natural tapi punchy. Jadi walaupun “cuma” satu kamera, kualitasnya masih bisa diandalkan.


Foto: Uzone.id
Foto: Uzone.id


Untuk kamera depan, ada sensor 18 MP yang support Dual Capture untuk merekam pakai kamera depan dan belakang sekaligus.

Ada juga Center Stage yang bikin selfie rame-rame semakin mudah, bahkan dalam format landscape tanpa harus memiringkan iPhone terlebih dahulu.

Aksesori baru!

Apple juga memperkenalkan dua aksesori baru khusus iPhone Air:

  1. MagSafe Battery khusus iPhone Air: bisa menambah sampai 40 jam video playback. Buat pengguna yang sering on the go, ini tentu lifesaver.
  2. Crossbody strap: iPhone Air bisa diselempangin seperti tas kecil. Terlihat stylish dan praktis banget buat konser, traveling, atau sekadar nongkrong santai.


Foto: Uzone.id
Foto: Uzone.id


Performa: A19 Pro + Triple Chip System

Jangan salah, meski tipis, performa iPhone Air ditenagai chip A19 Pro dengan CPU 6-core dan GPU 5-core, performa harian maupun gaming udah pasti kencang.

Apple juga nambahin dua chip pendamping:

  • N1 chip khusus konektivitas wireless: support Wi-Fi 7, Bluetooth 6, dan Thread.
  • C1X chip untuk seluler: modem 5G buatan Apple sendiri. Katanya, speed 5G bisa 2x lebih cepat tapi konsumsi daya lebih hemat 30%. Jadi performa bukan cuma soal kecepatan, tapi juga efisiensi.

Apple menyediakan empat opsi warna iPhone Air, yakni Space Black, Cloud White, Light Gold, dan Sky Blue.





Secara pribadi, saya menyukai Sky Blue yang lembut tapi eye-catching, dan Space Black yang kelihatan elegan dan timeless.

iPhone Air bukan sekadar iPhone tipis-tipisan. Apple tetap menjaga balance antara desain, performa, layar, kamera, dan juga durability.


Memang ada kompromi, misalnya kamera belakang cuma satu, absennya ultra-wide. Tapi dengan desain ultra tipis 5,6 mm, build titanium, layar terang, ketahanan luar biasa, iPhone Air punya daya tariknya sendiri.

iPhone Air cocok buat mereka yang pengen iPhone beda dari biasanya: lebih ringan, tipis, stylish, kuat, tapi tetap powerful.

Buat sehari-hari, ini iPhone yang rasanya bakal jadi fashion statement sekaligus gadget andalan.