Hampir Setahun QJMotor di Indonesia, Kapan Pabriknya Resmi Beroperasi?
Uzone.id - QJMotor Indonesia belum genap satu tahun di Tanah Air, tapi merek China yang satu ini mengaku sudah menyiapkan pabrik produksi motor di Indonesia dalam waktu dekat.
Budi Kurniawan selaku Head of Branding and Marketing Communication PT QJMotor Industry Indonesia mengatakan pabrik mereka akan segera diresmikan untuk beroperasi pada tahun 2026 nanti.
Menurut Budi, dengan adanya pabrik sendiri di Indonesia, QJMotor akan mendapatkan beberapa manfaat baik secara produk ataupun aftersales.
"Jadi untuk pabrik sendiri, kita punya planning di Januari kita akan launching. Produk-produk yang akan dirakit sementara yang 250 cc," ujar Budi di Jakarta, Senin (15/12).
Budi mengatakan QJMotor Indonesia memang menginginkan menjadi basis produksi, rencananya pabrik akan berdiri di atas lahan seluas 14.000 meter persegi.
Saat ditanya soal harga motor yang dirakit lokal menjadi lebih murah atau tidak, Budi mengaku ada strategi lain agar konsumen mendapatkan keuntungan lebih saat membeli produk yang diproduksi di Indonesia.
"Sebetulnya pastinya ada strategi yang mungkin di produk baru kita coba spill pastinya akan ada perubahan. Bisa jadi di teknologinya, bisa juga untuk hal yang lain," jelasnya.
"Artinya kita akan memperlebar market juga dan juga memperbaiki atau memberikan teknologi yang lebih canggih dibanding produk yang sebelumnya," lanjut Budi.
Pabrik QJMotor Indonesia ini sudah diketahui sejak merek asal China itu masuk ke Indonesia pada Februari 2025 kemarin.
Kabarnya, pabrik dari motor China ini dibangun di kawasan industri Deltamas, Cikarang, Jawa Barat.
Soal produk 250 cc, saat ini QJMotor memiliki beberapa model seperti SRV 250 Libero, SRV 250 AMT, Fort 250, dan Fort 250 Adventure.
Pabrik dari QJMotor Indonesia sendiri memiliki kapasitas produksi 150 ribu unit per tahun. Sehingga dapat memenuhi permintaan konsumen di Indonesia maupun luar negeri atau ekspor.
QJMotor Indonesia telah menggelontorkan dana hingga 10 juta dolar Amerika atau setara Rp165,9 miliar untuk pembangunan pabrik di Cikarang, Jawa Tengah.