Hadapi Lonjakan Internet, Telkom Indonesia Siapkan 22 Posko Lebaran
Uzone.id — Jelang libur
lebaran Idulfitri 1447 H nanti, Telkom Indonesia bersama seluruh anak
perusahaan mendukung pengamanan kualitas jaringan yang diinisiasi oleh
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).
Dalam arahannya, Sekretaris Jenderal Komdigi Ismail
mengarahkan semua operator seluler untuk menjaga layanan telekomunikasi di
tengah meningkatnya aktivitas digital masyarakat nanti.
Ismail juga meminta adanya kolaborasi antara pemerintah,
operator seluler, dan seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan masyarakat
dapat menikmati layanan komunikasi yang aman, stabil, dan berkualitas selama
masa Ramadan hingga Idulfitri.
Terkait hal tersebut, Direktur Utama Telkom Dian Siswarini secara terpisah mengatakan bahwa seluruh ekosistem Telkom berkomitmen untuk memberikan konektivitas yang mendukung.
“Seluruh ekosistem TelkomGroup berkomitmen untuk
berkolaborasi dan menghadirkan konektivitas yang mendukung berbagai aktivitas
digital masyarakat selama Ramadan hingga Idulfitri, sehingga momen silaturahmi
dapat tetap terjalin dengan lancar di seluruh wilayah Indonesia,” kata Dian
dalam keterangannya.
Telkom telah melakukan berbagai persiapan untuk menghadapi
Ramadan dan Idulfitri tahun ini, termasuk Kick-Off Posko TelkomGroup SIAGA RAFI
2026 di Command Center Telkom Integrated Operation Center (TIOC) Jakarta, yang
diikuti secara daring oleh seluruh titik posko di Indonesia.
Dengan tema “Hadir Tanpa Henti, Layani Sepenuh Hati”,
terdapat 22 posko yang akan beroperasi penuh selama 24 jam di periode 13 hingga
30 Maret 2026.
Posko-posko ini terdiri dari 9 posko utama dan 13 posko
operating company, yang didukung oleh lebih dari 480 petugas posko serta lebih
dari 13.200 petugas lapangan yang disiagakan untuk memastikan stabilitas
layanan di seluruh wilayah Indonesia.
Untuk memperkuat koordinasi operasional, TelkomGroup juga
membentuk satuan tugas (Satgas) khusus yang melibatkan berbagai entitas dalam
ekosistem TelkomGroup.
Koordinasi kesiapan infrastruktur jaringan dan operasional layanan ini akan diatur, dikoordinasikan, dan dikendalikan secara terpusat oleh PT Telkom Infrastruktur Indonesia sebagai operating company.
Telkom juga akan memanfaatkan berbagai tools digital Smart
Command Center untuk memantau infrastruktur dan layanan secara real-time
melalui dashboard terpadu.
Salah satunya adalah penggunaan platform Telkomcare untuk
memonitor tiket dan alert pada titik-titik Point of Interest (PoI) selama RAFI
2026 sehingga potensi gangguan dapat terdeteksi dan ditangani lebih cepat.
Langkah antisipatif juga telah dilakukan sejak awal,
termasuk pengujian performa jaringan, penguatan elemen infrastruktur, serta
optimalisasi sistem monitoring dan IT tools untuk mendukung pengawasan jaringan
secara lebih komprehensif selama periode RAFI 2026.
Direktur Network Telkom Nanang Hendarno menyampaikan bahwa
kesiapan jaringan TelkomGroup selama periode RAFI 2026 ini adalah hasil
kolaborasi seluruh entitas dalam ekosistem perusahaan.
“TelkomGroup memastikan kesiapan infrastruktur dan
operasional jaringan secara end-to-end melalui sinergi lintas entitas sehingga
layanan konektivitas dapat tetap terjaga dan andal,” ujar Nanang.
Pada periode RAFI tahun ini, Telkom memproyeksikan trafik
fixed broadband naik 9,2 persen menjadi 30,3 Tbps. Untuk mengantisipasinya,
Telkom pun telah menyiapkan kapasitas jaringan hingga 60,7 Tbps agar layanan
tetap andal selama Ramadan dan Idulfitri. Sementara itu, trafik mobile
broadband diperkirakan mencapai 70,85 PB atau meningkat 11,1 persen dari hari
normal.
TelkomGroup juga memperkuat jaringan mobile broadband dengan
lebih dari 229 ribu BTS yang menjangkau 97 persen wilayah Indonesia, serta
meningkatkan kapasitas jaringan inti dan platform digital untuk mendukung
berbagai aktivitas seperti komunikasi, streaming, dan gaming.