Digilife

Hacker Bobol Sistem Check-in Bandara di Eropa, Penerbangan Kocar-kacir!

Aisyah Banowati
Hacker Bobol Sistem Check-in Bandara di Eropa, Penerbangan Kocar-kacir!

Uzone.id – Sebagian besar penerbangan di Eropa terpaksa dibatalkan buntut dari serangan siber terhadap Collins Aerospace yang terjadi di akhir pekan ini. Peretas yang belum teridentifikasi tersebut berhasil membobol perangkat lunak Muse yang dikembangkan oleh Collins Aerospace.

Perangkat lunak yang disediakan oleh Collins Aerospace tersebut menyediakan sistem check-in dan boarding otomatis. Mengingat perusahaan ini bekerja dengan banyak maskapai penerbangan global, dampak serangan siber ini segera saja meluas ke seluruh bandara yang menjadi klien mereka.

Akibatnya insiden ini, bandara Brussels membatalkan 45 dari 257 penerbangan yang akan berangkat, sementara sisanya harus mengalami penundaan selama 90 menit.

Di sisi lain, bandara London Heathrow menyatakan bahwa sebagian besar penerbangan masih beroperasi, tetapi proses diperlambat oleh prosedur manual.





Naas, bukan hanya jadwal penerbangan saja yang berantakan, serangan siber ini juga ikut melumpuhkan sebagian infrastruktur di bandara. Di bandara Berlin Brandenburg dan Dublin, pihak bandara langsung menangguhkan akses kios dan beralih ke pemrosesan langsung oleh maskapai.

Terkait masalah ini, Badan Keamanan Siber Uni Eropa mengatakan bahwa apa yang terjadi kepada Collins Aerospace merupakan serangan ransomware. Lewat serangan siber ini, peretas sengaja mengunci data dan sistem untuk mendapatkan tebusan.

Menurut Toms Hardware, serangan ini membuktikan betapa rentannya sistem TI bandara-bandara di Eropa, “Yang jelas, gangguan Muse menunjukkan betapa rapuhnya sistem TI bandara di Eropa.”





Perangkat lunak Muse sendiri dirancang agar fleksibel dan bisa disesuaikan dengan kebutuhan. Ia bisa di-hosting di cloud atau dipasang di server lokal. Namun, banyak bandara memilih varian cloud karena sistem ini memusatkan data dan logika penumpang, sehingga memudahkan maskapai untuk berintegrasi.

Cara tersebut memang bagus untuk menghemat biaya dan mempermudah pembaruan. Tapi, cara ini tidak akan berhasil jika sistem utamanya mati. Alat-alat di lapangan, seperti printer label bagasi dan pemindai biometrik, sering kali terhubung langsung ke sistem utama tersebut. Jadi, kalau sistem tersebut itu mati, alat-alat itu juga akan ikut mati.

Melansir dari The Guardian, pada Senin (22/9), juru bicara Collin Aerospace mengatakan bahwa pihaknya sedang bekerja dengan empat bandara dan pelanggan maskapai yang terkena dampak, dan kini berada pada tahap akhir menyelesaikan pembaruan yang diperlukan untuk memulihkan fungsionalitas penuh.