Digilife

Habis Dihujat, GPT-5 Langsung Benahi Diri

Aisyah Banowati
Habis Dihujat, GPT-5 Langsung Benahi Diri

Uzone.id – Peluncuran GPT-5 yang diklaim lebih pintar dengan kemampuan setingkat PhD nyatanya tidak mendapat respon yang positif dari pengguna. Pada hari peluncurannya, router model GPT-5 bahkan dilaporkan mengalami kerusakan parah.

Setelahnya, banyak pengguna menilai GPT-5 tidak secanggih model sebelumnya, yakni GPT-4o. Hal ini kemudian menyebabkan banyak pengguna ChatGPT yang menyuarakan keluhan mereka di platform Reddit.

"Saya sudah mencoba GPT-5 selama beberapa hari. Bahkan setelah menyesuaikan instruksi, rasanya masih berbeda. GPT-5 lebih teknis, lebih umum, dan sejujurnya terasa jauh secara emosional," tulis salah satu pengguna GPT-5 di Reddit.





Selain itu, beberapa pengguna mengeluhkan bahwa GPT-5 kerap melakukan kesalahan dan lebih lambat dalam memberikan respon.

Bahkan, dalam cuitan X miliknya, Sam Altman yang merupakan CEO OpenAI mengatakan bahwa GPT-5 terlihat lebih bodoh.

Selama GPT-5 diperbaiki, perusahan akan tetap menggunakan model sebelumnya, GPT-4o bagi pengguna Plus. Dalam cuitan yang sama, Sam juga berjanji akan memperbaiki kinerja GPT-5 dan pengalaman pengguna secara keseluruhan.








Dan, tampaknya Sam Altman menepati janjinya dengan cepat. Melalui cuitan terbarunya, Sam ungkapkan apa saja yang baru ia dan timnya tambahkan pada GPT-5.

Pertama-tama, kini pengguna dapat memilih tiga mode respon, yakni “Otomatis”, “Cepat”, dan “Berpikir” untuk GPT-5. Pengaturan tambahan ini bertujuan untuk membantu pengguna yang menginginkan balasan lebih cepat atau penalaran yang lebih mendalam.

Kemudian, batas kecepatan mingguan telah ditetapkan untuk 3.000 pesan untuk pengguna Plus dan Team. Artinya, pengguna bisa mengirim hingga 3.000 pesan per minggu.

Setelah kuota habis, untuk sementara pengguna tidak bisa menggunakan GPT-5 sampai kuotanya di reset otomatis oleh sistem. Apabila kuota habis, pengguna bisa menggunakan GPT-5 Thinking Mini sebagai alternatif.





Lalu, model ini mendukung batas konteks 196 ribu token yang memungkinkan memproses percakapan dan dokumen yang jauh lebih panjang. Sam ungkap bahwa batas ini dapat berubah seiring waktu berdasarkan pola penggunaan.

Sam Altman juga mengungkapkan bahwa OpenAI tengah berupaya memperbaiki kepribadian GPT-5 untuk menjadikannya lebih hangat daripada nadanya saat ini tetapi tidak mengganggu seperti GPT-4o.

“Namun, satu pembelajaran bagi kami dari beberapa hari terakhir adalah kami benar-benar perlu mencapai dunia dengan lebih banyak kustomisasi kepribadian model per pengguna,” tulis Sam Altman dalam cuitannya.