Grok Picu Amarah Global Gara-gara Editan Foto AI
Uzone.id — Awal tahun 2026
jadi awal yang suram untuk Elon Musk dan produk AI miliknya, Grok AI. Gara-gara
kepintaran dan ‘kepatuhan’ Grok, Elon Musk harus menghadapi teguran dan kecaman
dari berbagai negara.
Semua berawal dari pengguna di X yang meminta Grok AI untuk
men-generate foto pengguna lain dengan editan tak pantas dan bernada pelecehan.
Korbannya kebanyakan adalah perempuan dan juga anak-anak sehingga menimbulkan
keresahan berbagai pihak.
Meski Elon Musk, tim Safety X serta tim xAI akan menindak
tegas hingga memblokir pengguna yang melanggar, namun kecaman dan teguran dari
berbagai negara, termasuk dari Indonesia terus dilayangkan pada platform tersebut.
Dirjen Pengawasan Digital Komdigi pada Rabu, (07/01), telah melakukan penyelidikan dan meminta X untuk segera memperbaiki kebijakan mereka. Jika nantinya X tidak mematuhi aturan yang sesuai dengan UU di Indonesia, Grok kemungkinan akan menghadapi hukuman administratif hingga pemblokiran akses di Indonesia.
Malaysia juga sudah lebih dulu menegur X dan mengatakan akan
menyelidiki platform tersebut sebagai imbas dari kasus ini.
Saat ini, Malaysia pun sedang menyelidiki dampak negatif
online di platform X sebelum nantinya akan mengambil tindakan serius.
India juga turut mengecam X, Menteri Teknologi Informasi
India mengeluarkan perintah agar X melakukan perubahan teknis dan prosedural
segera pada chatbot AI-nya, Grok. Mereka meminta X untuk membatasi pembangkitan
konten yang melibatkan "ketelanjangan, seksualitas, eksplisit seksual,
atau materi ilegal lainnya".
India juga memberi waktu 72 jam pada X untuk melapor tindakan yang telah diambil untuk mencegah hosting atau penyebaran konten yang dianggap "cabul, pornografi, vulgar, tidak senonoh, eksplisit secara seksual, pedofilia, atau dilarang oleh hukum."
Prancis pun melakukan hal yang sama, Kantor Kejaksaan Paris
tengah menyelidiki penyebaran deepfake bermuatan seksual di platform X setelah
mendapat laporan dari tiga menteri. Setelah itu, pihaknya akan melakukan
pemantauan dan meminta X untuk segera melakukan penghapusan konten-konten
tersebut.
Inggris dan beberapa negara Eropa lainnya juga mendesak Elon
Musk untuk segera menangani penyebaran gambar 'deepfake' intim di platformnya. Dalam laporan Reuters, r