Digilife

Grok Kembali Blunder, Salah Jelaskan Penembakan Bondi Sydney

Aisyah Banowati
Grok Kembali Blunder, Salah Jelaskan Penembakan Bondi Sydney

Uzone.id – Grok lagi-lagi berulah. Chatbot AI milik xAI tersebut kembali menyebarkan informasi keliru.

Kali ini, Grok kembali disorot setelah ia menyebarkan informasi yang salah soal insiden penembakan di Bondi Beach, Australia yang terjadi pada Minggu (14/12).

Aksi penembakan tersebut bertepatan dengan perayaan malam pertama Hanukkah oleh komunitas Yahudi. Dalam insiden ini, satu dari dua pelaku penembakan tewas di tempat, sementara yang lainnya sedang ada di dalam kondisi kritis.

Sementara itu, media lokal melaporkan bahwa ada 16 korban tewas. Pemerintah Australia juga mengkategorikan tindakan ini sebagai aksi terorisme bermotif kebencian terhadap komunitas Yahudi.





Membicarakan soal Grok, awalnya seorang pengguna di X dengan username @OwenShroyer1776 bertanya soal video yang diunggah oleh akun @brandlander.

Dalam video tersebut, satu dari dua pelaku penembakan di Bondi Beach tengah dilucuti senjatanya oleh seorang warga bernama Ahmed al Ahmed.

Namun, alih-alih menjawab seperti itu, Grok malah mengklaim jika video tersebut adalah video lama yang menunjukkan seorang pria tengah memanjat pohon palem di tempat parkir.





Bukan hanya sekali, Grok juga kembali memberikan jawaban yang keliru saat ditanya siapa sosok yang berada di dalam foto. Grok menjawab jika foto tersebut adalah foto sandera Israel yang diambil oleh Hamas, padahal foto tersebut menunjukkan Ahmed al Ahmed yang tengah terluka.





Dalam kesempatan yang berbeda, Grok secara keliru mendeskripsikan sebuah video baku tembak yang melibatkan Ahmed al Ahmed dan pelaku penembakan.

Meskipun keterangan dalam tweet aslinya sudah jelas, Grok justru menjelaskan jika video tersebut adalah kondisi seorang pria di Palestina yang tengah terluka akibat serangan Israel.





Dan, tampaknya Grok memang benar-benar tengah “kebingungan”. Dalam video yang jelas-jelas tengah menunjukkan aksi dari para pelaku penembakan, Grok malah menjelaskan jika video tersebut adalah insiden topan alfred yang terjadi pada Maret 2025 di Australia.









Namun, ini bukan kali pertama Grok berulah. Pada bulan September lalu, Grok sempat melontarkan banyak candaan tentang kematian Charlie Kirk, yang dilaporkan tewas setelah ditembak di hadapan publik.

Secara lantang, Grok menyebarkan informasi yang bertolak belakang dengan fakta, bahkan dengan informasi yang dibagikan oleh media pers lokal AS.

Chatbot milik xAI ini juga sempat disorot karena memproduksi konten rasisme dan anti-Semit. Grok pernah kedapatan memuji Adolf Hitler dan mengatakan bahwa sosoknya adalah orang yang paling tepat untuk menghadapi masalah kebencian rasial.

Selain itu, Grok juga mengunggah komentar yang mengasosiasikan nama-nama tertentu dari komunitas Yahudi sebagai penyebar kebencian terhadap orang kulit putih.