Grab Caplok Startup asal AS ‘Stash’ dengan Mahar Rp7,1 Triliun
Uzone.id — Perusahaan
ride-hailing Grab terus memperluas bisnis mereka dengan melakukan akuisisi pada
startup keuangan digital asal Amerika Serikat Stash Financial. Akuisisi ini
menandai strategi perusahaan untuk memperkuat sektor fintech mereka.
Mahar yang dikeluarkan Grab senilai USD425 juta atau sekitar
Rp7,1 triliun dimana pembayaran untuk 50,1 persennya akan dilakukan saat
penutupan transaksi, dan sisanya akan dilakukan selama kurang lebih 3 tahun ke
depan.
Dalam keterangan resminya, dikutip Minggu, (15/02), Anthony Tan selaku CEO dan Co-Founder Grab mengatakan bahwa akuisisi ini menjadi tonggak penting dalam evolusi perusahaan sebagai penyedia layanan keuangan mancanegara.
“Akuisisi ini tidak hanya menghadirkan pendapatan langganan
dengan margin tinggi saja namun juga memperkuat keahlian fintech Grab melalui
aplikasi investasi berbasis AI milik Stash yang dirancang dengan memenuhi
persyaratan regulasi yang berlaku di Amerika Serikat sebagai pondasinya,” kata
Anthony.
Grab sendiri akan tetap berfokus secara operasional di Asia
Tenggara, namun akuisisi ini menjadi komitmen Grab untuk memperluas portofolio
pinjaman regional agar misi 'demokratisasi' layanan keuangan bagi semua orang
tercapai.
Begitupun juga dengan Stash yang nantinya akan tetap
beroperasi sebagai entitas mandiri di bawah naungan dari Grab. Model bisnis,
layanan, dan brand Stash juga tetap dipertahankan dan akan tetap dipimpin oleh
Co-Founder dan Co-CEO Brandon Krieg serta Ed Robinson.
Brandon Krieg, Co-Founder dan Co-CEO Stash mengatakan bahwa Grab memiliki rekam jejak dalam membangun ekosistem dengan memanfaatkan data pengguna serta budaya kewirausahaan yang akan mendukung ambisi pertumbuhan perusahaan.
“Akuisisi ini memberikan yang terbaik yaitu kemampuan untuk
semakin mendorong pertumbuhan di AS, serta sumber daya dari perusahaan
teknologi besar untuk mempercepat visi kami dalam menghadirkan panduan keuangan
yang dipersonalisasi dan didukung AI bagi jutaan orang di seluruh aspek
kehidupan finansial,” tambahnya.
Transaksi ini sendiri masih menunggu persetujuan regulator
dan diperkirakan rampung pada kuartal ketiga 2026. Pembayaran awal akan
dilakukan dalam kombinasi tunai dan saham, sementara pembayaran berikutnya bisa
dalam bentuk tunai dan/atau saham sesuai keputusan Grab.