Grab Ajak Mitra Beralih ke Kemasan Non-Plastik, Target Nol Sampah 2040
Uzone.id — Grab Indonesia
mengajak para mitra khususnya merchant layanan GrabFood untuk ikut menjaga
lingkungan dengan cara mengurangi penggunaan kemasan plastik. Hal ini
diwujudkan dalam peluncuran Panduan Transisi Kemasan Berkelanjutan (Sustainable
Packaging Playbook).
Ini juga menjadi bagian dari perayaan Hari Peduli Sampah
Nasional (HPSN) 2026 dan diharapkan menjadi langkah awal bagi mitra merchant
untuk mengikuti arahan pemerintah yang menargetkan pelarangan total penggunaan
plastik sekali pakai di tahun 2030 nanti melalui Permen LHK No. 75 Tahun 2019.
Seperti yang diketahui, pertumbuhan layanan pesan-antar-makanan dan belanja online terus meningkat beberapa tahun terakhir, hal ini juga ikut meningkatkan penggunaan kemasan plastik sekali pakai. Analisis Studi Bestari (2025) menemukan bahwa 1 kali pesanan online berpotensi menghasilkan sekitar 50 gram plastik sekali pakai.
Jika diakumulasi dari 100 restoran atau toko, jumlah
tersebut dapat mencapai sekitar 85 ribu kilogram sampah plastik per
tahunnya–belum lagi dari penggunaan plastik lainnya di kehidupan sehari-hari.
Menggandeng World Resources Institute (WRI) Indonesia dan
Bestari Sustainability, Grab pun mengajak para mitra untuk ikut berkontribusi
dalam misi Zero Packaging Waste in Nature atau Nol Sampah Kemasan di Alam pada
2040 yang diusung pemerintah.
Ini menjadi panduan transisis kemasan ramah lingkungan pertama di Indonesia dan diluncurkan pada Senin, (23/02) di depan para Mitra Merchant Grab.
Seperti yang disampaikan sebelumnya, buku panduan dan video
edukasi ini menjadi fase awal implementasi yang berfokus pada sosialisasi dan
edukasi, termasuk uji coba penerapan bersama sejumlah Mitra Merchant yang mulai
mengeksplorasi penggunaan kemasan berkelanjutan.
Neneng Goenadi, Chief Executive Officer, Grab Indonesia
mengatakan bahwa dengan adanya pendekatan ini, Grab pun berkomitmen untuk terus
mendorong dan mendampingi para mitra untuk menggunakan kemasan yang lebih
berkelanjutan.
“Fokus utama Grab tetap konsisten: memastikan bahwa transisi
ini bersifat inklusif, sehingga aspek keberlanjutan tidak hanya menjadi milik
bisnis besar, namun juga menjadi identitas bagi setiap Mitra Merchant di
seluruh nusantara,” tambahnya.
Tak hanya mendorong penggunaan kemasan non-plastik, Grab
juga membuka ruang bagi masyarakat luas untuk turut berkontribusi dalam langkah
hijau melalui inisiatif GrabExpress Recycle.
Layanan ini memungkinkan pengguna aplikasi untuk mengirimkan
sampah kemasan seperti botol plastik dan kardus bekas ke bank sampah atau
lokasi daur ulang terdekat dengan mudah.
Berbagai langkah ini menegaskan perjalanan Grab menuju
target Zero Packaging Waste in Nature dilakukan secara konsisten dan
terintegrasi. Ke depan, Grab menyatakan akan terus mengembangkan inisiatif
keberlanjutan secara holistik melalui kolaborasi dan pemanfaatan teknologi
untuk menciptakan masa depan yang lebih berkelanjutan.