Digilife

Google.org & ASEAN Foundation Latih 100 Ribu UMKM agar Melek AI

Muhammad Faisal Hadi Putra
Google.org & ASEAN Foundation Latih 100 Ribu UMKM agar Melek AI

Uzone.id - Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang menjadi tulang punggung ekonomi di Asia Tenggara (ASEAN) kini didorong untuk naik kelas. Tak tanggung-tanggung, sebanyak 100.000 pelaku UMKM di ASEAN akan mendapat pelatihan kecerdasan buatan (AI) secara gratis, membuka peluang bagi sektor ini untuk tumbuh dan bersaing.

Program ini diinisiasi oleh ASEAN Foundation melalui program bertajuk AI for MSME Advancement in ASEAN (AIM ASEAN). Langkah ini menggandeng sejumlah nama besar seperti Google.org dan Asian Development Bank (ADB) sebagai pendukung.

Dr. Piti Srisangnam, Direktur Eksekutif ASEAN Foundation, mengatakan bahwa pelatihan ini dirancang khusus untuk menjawab tantangan nyata yang dihadapi UMKM. 



"Materinya fokus pada penerapan AI untuk meningkatkan efisiensi operasional, penjualan online, dan pengelolaan keuangan,” jelas Srisangnam dalam keterangan pers yang kami terima.

Ia menambahkan, pelatihan ini akan disesuaikan dengan konteks lokal di masing-masing negara. Tujuannya, agar para pemilik usaha bisa langsung menerapkan ilmu yang didapat untuk mendongkrak produktivitas dan daya saing bisnis mereka.

Dr. Piti Srisangnam, Direktur Eksekutif ASEAN Foundation
Dr. Piti Srisangnam, Direktur Eksekutif ASEAN Foundation

Program yang akan berjalan selama dua tahun ini tidak hanya berhenti pada pelatihan. Nantinya, akan ada juga forum nasional dan regional yang mempertemukan para pelaku UMKM dengan pakar dan pembuat kebijakan untuk membangun ekosistem yang mendukung perkembangan bisnis berbasis AI.

Di Indonesia, program ini akan dijalankan melalui dua organisasi lokal, yaitu KUMPUL Impact dan Kaizen Collaborative Impact.

"Membantu UMKM memanfaatkan AI bukan hanya soal peningkatan efisiensi, tapi juga untuk mendorong kesejahteraan jangka panjang di Asia Tenggara,” tambah Srisangnam.

CEO AVPN, Naina Subberwal Batra, yang juga menjadi mitra kolaborasi, menegaskan bahwa transformasi tenaga kerja di era AI adalah tanggung jawab bersama, yang melibatkan pemerintah, dunia usaha, dan organisasi berbasis dampak. 

Menurutnya, setiap pekerja, termasuk dari kalangan UMKM, harus punya kesempatan yang sama untuk untuk mendapat manfaat dari pertumbuhan ekonomi digital di Asia Tenggara.


"Melalui AI Opportunity Fund, kami bekerja dengan mitra lokal yang memahami kebutuhan komunitas dan sektor masing-masing. Ini penting agar pelatihan tetap relevan, inklusif, dan mudah diakses,” pungkas Naina.

Program inisiatif ini telah mendapat dukungan resmi dari ASEAN Coordinating Committee on MSMEs (ACCMSME) sebagai bagian dari strategi ASEAN untuk mendorong pertumbuhan sektor usaha kecil.

Selain membekali pemilik UMKM dengan keterampilan AI yang bisa langsung diterapkan, AIM ASEAN diharapkan bisa menjadi katalisator untuk mempersiapkan UMKM menghadapi masa depan, sekaligus mendukung visi besar ASEAN Vision 2045 untuk menciptakan ekonomi regional yang tangguh dan inklusif.