Google-YouTube Kucurkan Rp83 Miliar untuk Anak di ASEAN, Termasuk RI
Uzone.id — Kementerian
Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) bersama
dengan Google dan YouTube mengumumkan berbagai inisiatif dengan tujuan
menciptakan lingkungan digital aman dan sehat bagi masyarakat Indonesia.
Kerjasama ini hadir dalam rangka memperingati Safer
Internet Day sedunia melalui program-program yang berfokus pada
kesejahteraan digital, ketahanan yang digerakkan oleh komunitas, serta perilaku
online yang positif.
Selain itu, Google melalui lembaga filantropi mereka, Google.org juga mengucurkan dana sebesar USD5 juta untuk mendorong kesejahteraan digital kaum muda di seluruh Asia Tenggara.
Di Indonesia, Google menyalurkan dana tersebut melalui
Yayasan Plan International Indonesia yang bersinergi dengan ICT Watch dengan
tujuan memberdayakan lebih dari 300.000 remaja, orang tua, dan guru agar dapat
berkembang di dunia digital.
Dalam kesempatan tersebut, Google memperkenalkan dua program
yang diluncurkan bersama dengan Kemenko PMK, yaitu program Percontohan Youth
Champions dan Seri Konten Edukasi.
Di program pertama, melalui kemitraan langsung dengan
Kemenko PMK, program percontohan Youth Champions ini akan melatih para
anak-anak muda lokal untuk bertindak sebagai penggerak di komunitas mereka.
Sementara untuk seri Konten Edukasi, YouTube akan memfasilitasi kemitraan dengan 10 kreator digital ternama, di antaranya Kinderflix, Devina Hermawan, Kok Bisa, dan Parentalk untuk meluncurkan rangkaian konten edukatif.
Danny Ardianto, Kepala Hubungan Pemerintahan dan Kebijakan
Publik di YouTube (Asia Tenggara) mengatakan bahwa Google maupun YouTube tetap
berfokus pada upaya memastikan transisi digital ini didukung oleh ekosistem
kepedulian yang mencakup seluruh lapisan komunitas.
“Lewat kerja sama erat melalui inisiatif seperti AKSI
Digital dan kolaborasi dengan Kemenko PMK, kita dapat memastikan generasi
penerus memiliki pengetahuan serta ketahanan yang mereka butuhkan untuk
berkembang di era digital," tambahnya.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan
Kebudayaan Pratikno mengatakan bahwa pemerintah terus bekerja keras melakukan
edukasi, dan mendorong agar inovasi teknologi dikembangkan sehingga
perlindungan dan edukasi digital dapat berjalan secara otomatis dan mudah
dipatuhi.
“Kami mengapresiasi dukungan Google dan YouTube terhadap
kebijakan Bijak Cerdas Berdigital dan Ber-AI, serta mengajak seluruh pihak
untuk bersama-sama membangun ekosistem digital yang aman, nyaman, dan berpihak
pada tumbuh kembang anak-anak Indonesia,” ujarnya.