Govtech

Google Gunakan AI untuk Bantu Menyelamatkan Dunia dari Bencana

Aisyah Banowati

Google Gunakan AI untuk Bantu Menyelamatkan Dunia dari Bencana

Uzone.id – Google turut mendukung inisiatif global 30x30 untuk melindungi dan melestarikan 30 persen daratan dan lautan pada tahun 2030. Gerakan ini bertujuan untuk mencegah dampak buruk akibat hilangnya keanekaragaman hayati, yang diprediksi para ahli dapat menghancurkan tatanan global.

World Wildlife Fund (WWF) memperkirakan bahwa populasi satwa liar telah menurun hingga 73 persen sejak tahun 1970. Forum Ekonomi Dunia juga menetapkan hilangnya keanekaragaman hayati sebagai salah satu risiko terbesar bagi stabilitas global selama sepuluh tahun ke depan.

Untuk mencapai tujuan tersebut, Google memanfaatkan data lingkungan dan teknologi AI sebagai sarana agar alam dan manusia dapat berkembang secara harmonis. Oleh karena itu, tim pengembang Google menciptakan berbagai alat yang dirancang khusus untuk melindungi dan membantu memulihkan alam.



Google Earth AI


Dua puluh tahun lalu, Google meluncurkan Google Earth sebagai platform yang berfungsi sebagai ruang untuk mengatur, membuat, dan memvisualisasikan data geospasial seperti citra satelit, medan 3D, dan street view, yang memungkinkan pengguna menjelajah dan menganalisis planet ini.

Terbaru, Google memperkenalkan Google Earth AI yang merupakan platform yang dibangun dengan memadukan pemodelan data dunia selama puluhan tahun dengan kemampuan penalaran mutakhir dari Gemini.

Berkat kombinasi ini, pengguna dapat mencapai pemahaman mendalam tentang planet kita dengan menciptakan wawasan canggih hanya dalam hitungan menit, yang mana sebelumnya membutuhkan analisis kompleks dan riset bertahun-tahun.

Misalnya, kemampuan Penalaran Geospasial EarthAI secara otomatis dapat menghubungkan berbagai model—seperti prakiraan cuaca, peta populasi, dan citra satelit—untuk melakukan analisis kompleks, seperti mendeteksi lokasi sungai yang mengering.

Nantinya, informasi tersebut dapat digunakan pengguna untuk memprediksi risiko badai debu selama musim kemarau.



Pemodelan distribusi spesies dengan AI


Melalui proyek Pemodelan Distribusi Spesies, para peneliti Google memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk mensintesis data lingkungan yang kompleks dan mengungkap pengetahuan baru mengenai masa lalu, masa kini, serta masa depan.

Contohnya, AI digunakan untuk menciptakan peta beresolusi tinggi yang secara akurat menunjukkan lokasi hidup spesies, sehingga membantu para konservasionis dalam upaya untuk melindungi satwa liar.

Selain itu, dengan bantuan AI, peneliti Google juga telah berhasil merilis sekumpulan data untuk melatih model pembelajaran mendalam. Model ini memiliki kemampuan untuk memprediksi risiko deforestasi, sekaligus membuka peluang mencegah deforestasi sebelum benar-benar terjadi.



Dukungan Google dalam upaya konservasi di Brasil

Melalui eksperimen Forest Listeners dari Google Arts & Culture, Google mengajak peserta untuk mengidentifikasi spesies tersembunyi dengan cara mendengarkan suara dari hutan hujan Brasil. Data yang terkumpul ini nantinya akan digunakan untuk melatih model AI Google DeepMind.

Data yang terkumpul itu memungkinkan pengukuran, pelestarian, dan pemulihan keanekaragaman hayati hutan hujan Brasil. Selain itu, melalui Google.org, Google turut mendukung delapan organisasi di Brasil yang menggunakan AI untuk berbagai keperluan.

Mulai dari memprediksi kebakaran hutan Amazon, hingga memetakan keanekaragaman hayati menggunakan teknologi eDNA.

Google berkomitmen untuk memberikan manfaat AI bagi manusia dan planet, sekaligus mengelola jejak lingkungannya secara bertanggung jawab. Berbagai langkah pun terus diupayakan Google, seperti meningkatkan efisiensi di seluruh sistem AI, berinvestasi pada sumber energi bersih, dan mendukung proyek penghapusan karbon.