Digilife

Google Disorot Lagi, Konten AI Slop Menyebar ke YouTube Kids

Vina Insyani
Google Disorot Lagi, Konten AI Slop Menyebar ke YouTube Kids

Uzone.id — Belum selesai menghadapi permasalahan di pemerintah Indonesia–khususnya Kemkomdigi, di belahan negara lainnya Google juga menghadapi masalah lain gara-gara konten mereka.

Masih berhubungan soal anak-anak, YouTube diprotes karena konten-konten AI Slop yang kini banyak bersarang di YouTube Kids. Lebih dari 200 ahli spesialis anak-anak, kelompok advokat hingga sekolah menyampaikan kekhawatiran mereka kepada CEO Google, Sundar Pichai dan CEO YouTube, Neal Mohan.

Melansir dari Mashable, Senin, (06/04), para perwakilan tersebut menuntut perubahan kebijakan YouTube untuk mengurangi konten AI yang tidak berkualitas, termasuk larangan total terhadap konten "Made for Kids" yang dihasilkan oleh AI.

“Mengingat belum adanya bukti bahwa konten AI Slop aman bagi anak-anak dan malah berpotensi membuat anak-anak terhipnotis serta membahayakan mereka, Google harus segera mengambil tindakan untuk melindungi anak-anak di platformnya," demikian bunyi surat tersebut. 




Mereka menyoroti bahwa AI Slop ini juga berpotensi mempengaruhi attention span anak-anak dan kemampuan mereka untuk membedakan mana yang nyata dan mana yang AI.

Tak hanya itu, screen time ketika menonton konten-konten tersebut juga berpotensi menggantikan aktivitas mereka di dunia nyata sehingga berpengaruh besar pada emosi dan juga perkembangan sosial anak-anak.

“Masih banyak yang harus kita gali soal konsekuensi dari konten AI untuk anak-anak ini dan YouTube ikut serta dalam eksperimen mempromosikan konten-konten AI tanpa adanya penelitian yang membuktikan soal manfaat serta tidak mempertimbangkan prinsip-prinsip perkembangan anak,” tambah surat tersebut, dikutip dari The Japan Times.

Surat tersebut ditandatangani oleh psikolog sosial dan juga penulis populer Jonathan Haidt dan memicu gerakan global untuk memerangi dampak negatif media sosial dan ponsel pintar terhadap kaum muda.

Terkait adanya himbauan ini, YouTube pun menyampaikan jawaban merek dan menyebut kalau pihaknya sudah membatasi konten-konten AI, khususnya konten AI Slop.




“Kami memiliki standar yang tinggi untuk konten di YouTube Kids, termasuk membatasi konten yang dihasilkan AI di aplikasi tersebut termasuk ke saluran berkualitas tinggi," kata juru bicara YouTube, Boot Bullwinkle, dalam sebuah email.

Ia mengatakan bahwa pihaknya mengutamakan transparansi terkait konten AI, memberi label pada konten yang dihasilkan oleh alat AI, dan mewajibkan kreator untuk mengungkapkan konten AI yang realistis. 

“Kami terus mengembangkan pendekatan kami agar tetap relevan seiring dengan perkembangan ekosistem,” tambahnya.

YouTube sendiri memang tengah gencar melakukan penghapusan konten-konten AI berkualitas rendah di platform mereka. 

Salah satu penemuan mereka adalah 278 channel yang hanya berisi konten AI dengan total 63 miliar kali penayangan dan meraup 221 juta subscriber. Dari sini, ratusan channel tersebut menghasilkan pendapatan sekitar USD117 juta atau setara Rp1,9 triliun setiap tahunnya.