Digilife

Google Bikin Data Center AI 300 Hektare, Setara 420 Stadion Bola

Vina Insyani •
Google  Bikin Data Center AI  300 Hektare, Setara 420 Stadion Bola

Highlight Artikel

  • Google berencana membangun data center AI senilai 13 miliar euro di Finlandia.
  • Proyek ini menuai sorotan karena melibatkan pembukaan lahan seluas 300 hektare hutan.
  • Otoritas setempat menyelidiki dugaan pembukaan lahan yang mendahului kajian lingkungan serta kekhawatiran dampak terhadap lingkungan dan satwa liar.
  • Google mengklaim patuh hukum, namun citra satelit menunjukkan area lindung ikut diratakan, memicu permintaan penghentian kerja.

Uzone.id — Rencana Google untuk membangun data center AI di Finlandia mendapat banyak sorotan. Pasalnya, perusahaan global ini akan menggunakan sekitar 300 hektare hutan untuk keseluruhan proyek tersebut.

Melansir dari Techspot, Selasa, (06/10), Google bahkan sudah menyiapkan investasi senilai 13 miliar euro untuk pengembangan infrastruktur baru yang berfokus pada AI tersebut. Namun, aktivitas pembukaan lahan kini ditelusuri otoritas setempat karena dinilai mendahului proses kajian lingkungan.

Berdasarkan laporan publik yang dirujuk oleh pemerintah setempat, luas hutan yang telah dibuka demi data center ini mencapai sekitar 300 hektare, atau setara dengan kurang lebih 420 lapangan sepak bola berstandar FIFA.




Pembukaan lahan tersebut menjadi persoalan karena saat ini, dampak lingkungan akibat pembangunan data center AI banyak dikritik oleh berbagai lapisan masyarakat, salah satunya penggunaan air dan listrik yang disebut bisa bikin krisis secara global.

Tak cuma itu, warga setempat juga khawatir soal dampak pembangunan data center ini terhadap satwa liar di kawasan tersebut.

Badan Perizinan dan Pengawasan Finlandia atau Lupa-ja valvontavirasto (LVV) telah meminta Tuike Finland Oy (TFO), perusahaan lokal Google yang menangani proyek tersebut untuk memberikan penjelasan mengenai kegiatan pembukaan hutan demi data center tersebut.

Dari pihak Google sendiri menyatakan kalau pembukaan hutan tersebut telah mematuhi hukum dan peraturan Finlandia.

Perusahaan juga mengatakan lokasi sudah disurvei sebelum alat berat mulai bekerja untuk memastikan kalau kawasan yang memiliki nilai lingkungan tinggi tidak ikut rusak.

Namun, penjelasan tersebut dipertanyakan oleh Ketua Asosiasi Konservasi Alam Finlandia, Hanna Halmeenpää. Ia menyebut citra satelit menunjukkan bahwa sejumlah area yang seharusnya dilindungi oleh pemerintah kini sudah diratakan.




Melihat sekitar 300 hektare lahan diratakan demi data center AI, asosiasi pun meminta perusahaan untuk menghentikan seluruh pekerjaan di lokasi dan meminta pemerintah untuk memeriksa apakah pembukaan hutan dilakukan dengan persetujuan formal yang diperlukan atau tidak.

Sayangnya, saat ini permintaan penghentian itu belum dilakukan karena otoritas Finlandia masih menunggu penjelasan Google soal kondisi di lapangan sebelum pada akhirnya menentukan langkah selanjutnya.

Kasus di Finlandia muncul ketika sejumlah proyek data center besar di Amerika Serikat dan negara lain mengalami penundaan. Salah satu yang terbaru adalah penundaan pembangunan data center AI di Purwakarta, Jawa Barat yang ditunda karena belum memenuhi persyaratan, termasuk AMDAL.

 

FAQ Artikel

Apa rencana Google di Finlandia yang menjadi sorotan?

Google berencana membangun data center AI dengan investasi EUR13 miliar di Finlandia, namun proyek ini menuai kontroversi karena melibatkan pembukaan lahan seluas 300 hektare hutan.

Mengapa pembukaan lahan tersebut menjadi masalah?

Pembukaan lahan dinilai mendahului proses kajian lingkungan oleh otoritas setempat. Ada juga kekhawatiran mengenai dampak lingkungan seperti penggunaan air dan listrik yang berlebihan, serta ancaman terhadap satwa liar di kawasan tersebut.

Bagaimana tanggapan Google terkait tuduhan ini?

Google menyatakan bahwa pembukaan hutan telah mematuhi hukum dan peraturan Finlandia. Mereka juga mengklaim telah melakukan survei lokasi untuk memastikan kawasan dengan nilai lingkungan tinggi tidak rusak.

Apa langkah selanjutnya yang diambil oleh otoritas Finlandia?

Badan Perizinan dan Pengawasan Finlandia (LVV) telah meminta penjelasan dari Tuike Finland Oy, perusahaan lokal Google, terkait kegiatan pembukaan hutan. Otoritas masih menunggu penjelasan sebelum menentukan langkah selanjutnya.