Startup

Gojek Hapus Langganan GoRide Hemat buat Driver, Ini Alasannya

Vina Insyani
Gojek Hapus Langganan GoRide Hemat buat  Driver, Ini Alasannya

Uzone.id — Gojek Indonesia memutuskan untuk menghentikan program Langganan GoRide Hemat bagi para mitra pengemudi yang sudah diuji coba semenjak bulan November 2025 lalu.

Sempat diperluas hingga Februari 2026 bagi semua driver, Gojek akhirnya mengambil langkah berani dengan menghentikan langganan goride hemat tersebut secara permanen per hari Selasa, (19/05).

“Gojek memutuskan untuk menghentikan program langganan tersebut efektif dalam waktu dekat. Penghapusan program langganan GoRide Hemat untuk mitra pengemudi ini dilakukan guna menciptakan ekosistem yang berkelanjutan bagi seluruh pihak,” kata Hans Patuwo, Direktur Utama/CEO GoTo dalam keterangannya.



Hans menjelaskan kalau pemberhentian ini dilakukan setelah menemukan bahwa langganan ini perlu keseimbangan yang lebih baik bagi kesejahteraan mitra pengemudi.

“Penghapusan program langganan GoRide Hemat untuk mitra pengemudi ini dilakukan guna menciptakan ekosistem yang berkelanjutan bagi seluruh pihak,” tambahnya.

Dengan dihapusnya sistem langganan ini, driver tidak lagi diwajibkan untuk membayar biaya berlangganan agar mereka bisa mendapatkan atau mengambil pesanan GoRide Hemat.

Gak cuma menghapus sistem langganan, Gojek juga akan segera menerapkan skema potongan aplikasi hanya 8 persen bagi driver yang menerapkan Mode Hemat. 

 



Aturan ini diterapkan ke semua driver dan semua jenis kendaraan, termasuk mode hemat dan mode reguler. Namun, penyesuaian ini akan berimbas pada harga yang dibebankan kepada konsumen nantinya.

Oleh sebab itu, akan ada penyesuaian harga konsumen yang moderat pada GoRide Hemat, dan di saat yang sama Gojek memastikan bahwa penyesuaian ini dilakukan secara terukur dan tetap mengutamakan keterjangkauan bagi masyarakat,” jelas Gojek.

Sebelumnya, Gojek telah mengumumkan penetapan skema bagi hasil 92 persen untuk mitra pengemudi dari setiap pendapatan perjalanan layanan roda dua (GoRide). 

Dengan aturan ini, Gojek akan menerima potongan komisi sebesar 8 persen dibanding sebelumnya sebesar 20 persen. Keputusan ini diambil sebagai bagian dari komitmen Gojek dalam memenuhi arahan dari pemerintah Indonesia.