Gemini AI Makin Canggih, Kini Bisa Bikin Musik Cuman Pakai Teks Saja
Uzone.id — Persaingan antar
chatbot AI semakin seru nih! Kali ini giliran Google yang memperluas kemampuan
Gemini AI dengan menambahkan fitur pembuat musik ke chatbot tersebut.
Dengan adanya fitur ini, kalian bisa membuat lagu hanya
dengan mendeskripsikan lagu yang kalian inginkan, mulai dari melodi, lirik,
jenis musik, jenis alatnya hingga judul lagunya. Semakin rinci deskripsinya,
semakin tepat pula musik yang dihasilkan.
Google menggunakan model AI bernama Lyria 3 yang merupakan
bagian dari Google DeepMind. Karena baru diumumkan, fitur ini sendiri masih
tersedia dalam versi beta dan sepertinya baru bisa dinikmati beberapa pengguna
saja.
“Lyria 3 adalah pembuat musik berteknologi AI fidelitas tinggi dari Gemini yang mengubah perintah teks atau gambar Anda menjadi lagu 30 detik, lengkap dengan instrumen, vokal, dan lirik. Ubah momen lucu, perasaan tertentu, atau bahkan foto menjadi soundtrack kustom,” kata Google dalam keterangan resminya, Kamis, (19/02).
Pembaruan ini memperluas alat kreatif Gemini AI selain
pembuatan gambar dan video, memberikan opsi bagi pengguna untuk mengubah ide
mereka menjadi musik dalam hitungan detik.
Seperti penjelasan Google, pengguna nantinya dapat
mendeskripsikan genre, suasana hati, atau konsep, dan sistem akan menghasilkan
lagu berdurasi 30 detik dengan lirik atau elemen instrumental yang disesuaikan
dengan permintaan tersebut.
Tak hanya itu, Lyria 3 juga mampu membuat lirik otomatis,
sehingga pengguna tidak perlu menulis lirik sendiri. Model ini juga diklaim
memiliki kemampuan untuk menciptakan musik dengan fleksibilitas yang cukup
tinggi sehingga mampu menghasilkan aransemen yang lebih kompleks.
Google menyatakan bahwa semua audio yang dihasilkan di aplikasi Gemini dilengkapi dengan SynthID, watermark tak terlihat yang digunakan untuk mengidentifikasi konten buatan AI sehingga tidak tertukar atau tidak sama dengan konten original.
Nah, untuk fitur ini sendiri, pengguna bisa melakukannya
dalam dua cara utama yaitu menggunakan prompt teks dan gambar.
Prompt teks sebagai perintah untuk menciptakan lagu mulai
dari genre hingga lirik dan gambar untuk memandu suasana musik dan lirik agar
memiliki makna yang dalam dan sesuai keinginan dan gambaran pengguna.
Setiap lagu nantinya akan dilengkapi dengan sampul khusus
yang dihasilkan oleh Nano Banana, dan pengguna bisa mengunduh hasilnya atau
membagikannya melalui tautan ke pengguna lain.
Agar semakin memudahkan pengguna untuk membagikan hasil dari
musik AI, Lyria 3 juga diintegrasikan ke dalam fitur Dream Track di YouTube
untuk membantu kreator membuat musik Shorts yang sesuai dengan konten mereka.
Saat ini, integrasi tersebut hanya tersedia di Amerika Serikat saja.
Lalu, bagaimana dengan hak ciptanya?
Soal hak cipta, Google menyebut mereka sudah bekerja sama
dengan komunitas musik selama pengembangannya dan berupaya mengatasi
kekhawatiran berbagai pihak terkait hak cipta saat melatih Lyria 3.
Google pun mengklaim kalau lagu-lagu yang dihasilkan
ditujukan untuk ekspresi orisinal, bukan untuk meniru artis tertentu. Jika
nantinya prompt menyebut nama artis, sistem akan menafsirkannya sebagai
inspirasi gaya secara umum, bukan tiruan langsung.
Saat ini, semua pengguna bisa mencoba fitur Lyria 3 ini di
aplikasi Gemini AI versi desktop dan akan menyusul untuk aplikasi
seluler.
Semenatra itu, Google membatasi akses ini untuk pengguna
anak-anak dan hanya tersedia untuk pengguna berusia 18 tahun ke atas saja. Saat
ini sudah ada berbagai bahasa, termasuk Inggris, Jerman, Spanyol, Prancis,
Hindi, Jepang, Korea, dan Portugis.