‘Gelombang Besar’ Terpa Amazon: Mau PHK 30 Ribu Karyawan
Uzone.id — Kabar kurang
mengenakkan kembali muncul dari kalangan raksasa teknologi. Perusahaan milik
Jeff Bezos, Amazon disebut akan melakukan pemangkasan karyawan massal terbesar
sepanjang perusahaan berdiri.
Amazon disebut akan memangkas hampir 30 ribu karyawan mereka
di seluruh dunia dan mencakup semua divisi bisnis. Kabar ini pertama kali
disampaikan Reuters berdasarkan penuturan dari orang dalam yang tidak ingin
disebutkan identitasnya.
Angka ini merupakan persentase kecil dari total 1,55 juta karyawan Amazon yang tersebar di seluruh dunia saat ini. Tapi, angka ini hampir 10 persen dari sekitar 350.000 karyawan korporat Amazon.
Putaran PHK ini akan menjadi pemutusan hubungan kerja
terbesar Amazon, bahkan mengalahkan jumlah PHK massal tahun 2022 lalu, yaitu
ketika perusahaan mulai menghilangkan sekitar 27.000 posisi.
Pemangkasan karyawan ini akan dimulai pada akhir Oktober dan
akan berdampak ke berbagai divisi, termasuk sumber daya manusia, yang dikenal
sebagai People Experience and Technology (PXT); operasi, perangkat, dan
layanan, serta Amazon Web Services.
Manajer tim yang terdampak pun diberi penjelasan terkait
pemberitahuan yang dikirim melalui email pada para karyawan. Email-email ini
kabarnya mulai dikirimkan pada Selasa pagi, kata para sumber.
Kabar pemangkasan ini mencuat tak lama setelah Amazon dikabarkan akan ‘mengganti’ 600 ribu pekerja mereka dengan robot. Kabar ini terungkap dari rencana mereka untuk tidak merekrut 160 ribu pekerja di tahun 2027 nanti.
Raksasa e-commerce AS ini berencana menggantikannya dengan
robot untuk menutup kebutuhan tenaga kerja tersebut. Otomatisasi robot ini
disebut akan memungkinkan perusahaan untuk menghindari penambahan tenaga kerja
hingga beberapa tahun ke depan.
"Hal ini berarti lebih dari 600 ribu orang tidak perlu
direkrut oleh Amazon," kata para eksekutif Amazon, dikutip dari The New
York Times, Selasa (28/10).
Pertumbuhan tenaga kerja Amazon sendiri memang terbilang
sangat cepat, dimana selama dua dekade terakhir, Amazon mempekerjakan ratusan
ribu pekerja gudang hingga membangun tim pengemudi kontrak. Bahkan, tenaga
kerja Amazon di AS saja meningkat lebih dari tiga kali lipat sejak 2018.