Digilife

Gelombang AI 2026: 96 Persen Perusahaan Siap Tambah Investasi

Aisyah Banowati
Gelombang AI 2026: 96 Persen Perusahaan Siap Tambah Investasi

Uzone.id — Asia Pacific Chief Information Officer (CIO) Playbook 2026 dengan tajuk The Race for Enterprise AI telah resmi diluncurkan dalam acara Lenovo Tech Day, Selasa (13/1). Ada beberapa hal menarik yang layak disorot di dalamnya, khususnya soal AI.

Dalam penyusunannya, Lenovo kembali bermitra dengan IDC, serta melibatkan lebih dari 920 CIO dan direktur IT.

Salah satu temuan menarik dari CIO Playbook 2026 menunjukkan bahwa 96 persen organisasi berencana untuk meningkatkan investasi AI mereka di tahun ini.

Investasi ini difokuskan pada berbagai aspek yang melibatkan AI pada perusahaan. Mulai dari pengembangan GenAI, pengembangan AI agent, public cloud, layanan AI, infrastruktur on-prem AI, serta AI security, trust & transparency tools.





Laporan dari CIO Playbook 2026 menyebutkan jika saat ini, sebanyak 66 persen organisasi tengah berada pada tahap penerapan. Sementara itu, 15 persen tengah berada di tahap awal penerapan AI, dan 19 persen sedang memasuki tahap pertimbangan.

Menariknya, implementasi tidak lagi terbatas pada sektor IT seperti analitik data, keamanan siber, ataupun pengembangan perangkat lunak. Implementasi AI di dalam perusahaan juga telah merambah ke fungsi non-TI seperti sektor keuangan, bisnis, dan pemasaran.

Dengan mengimplementasikan AI ke dalam sektor non-IT, Thomas Butler selaku Vice President Commercial Portfolio & Product Management Lenovo percaya jika cara tersebut dapat meningkatkan kepuasan pelanggan dan karyawan.

Sebab, AI dapat membantu meningkatkan produktivitas dengan mengurangi pekerjaan manual sehingga karyawan dapat fokus pada tugas yang lebih strategis.

“Sebagai contoh, di Lenovo sendiri, kami menggunakan alat AI untuk rantai pasok dan perencanaan logistik. Saya juga berbicara dengan para praktisi hukum yang memasukkan kontrak dan dokumen legal ke dalam sistem AI untuk mendapatkan ringkasan secara cepat,” ungkap Thomas Butler.





Kunci keberhasilan untuk mengimplementasikan AI di dalam perusahaan

Thomas Butler menyebutkan empat faktor yang dibutuhkan agar implementasi AI di dalam perusahaan dapat sukses. Pertama, perlu adanya peningkatan keterampilan dan model operasional dari machine learning ke prompt engineering.

Kedua, perusahaan perlu menghadirkan infrastruktur, edge, dan perangkat yang mampu mendukung beban kerja AI. Ketiga, dibutuhkan kolaborasi efektif antara manusia dan AI. Dan yang keempat berkaitan dengan keamanan dan privasi data.

“Dengan mempertimbangkan semua faktor ini, kita melihat pergeseran menuju penerapan AI secara hybrid. Saat ini, hampir 90 persen organisasi memilih atau sedang bergerak ke model hybrid AI. Biaya menjalankan data di cloud cukup tinggi, dan ada pula kekhawatiran terkait keamanan dan privasi, yang selama ini menghambat adopsi AI sepenuhnya di cloud,” terang Thomas Butler.

Lebih lanjut ia menjelaskan, “Dengan memindahkan sebagian data ke perangkat lokal dan edge, serta mengkombinasikannya dengan model cloud dalam pendekatan hybrid, model inilah yang kini menjadi standar penerapan AI di lingkungan perusahaan. Karena itu, prioritas investasi AI saat ini adalah menerapkan perangkat AI untuk meningkatkan produktivitas dan pemrosesan AI secara lokal,” tutupnya.