Gedung GMP Dimanfaatkan BGN, Telkom Bidik Bisnis Digital
Uzone.id – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) melihat rencana pemanfaatan Gedung Graha Merah Putih (GMP) oleh Badan Gizi Nasional (BGN) bukan sekadar soal penggunaan ruang perkantoran.
Bagi TelkomGroup, pemanfaatan aset tersebut justru membuka peluang untuk mengembangkan sumber pendapatan baru, termasuk melalui bisnis konektivitas dan solusi digital.
Telkom menyambut positif rencana pemanfaatan GMP oleh BGN yang disampaikan melalui surat resmi kepada perusahaan.
Rencana tersebut menjadi bagian dari upaya TelkomGroup mengoptimalkan aset properti melalui skema bisnis yang wajar dan proporsional secara Business to Business (B2B), dengan tetap mengikuti ketentuan dan tata kelola yang berlaku.
Direktur Utama Telkom Dian Siswarini mengatakan, pemanfaatan GMP merupakan bagian dari strategi leveraging asset yang dapat memberikan nilai tambah bagi perusahaan.
“Bagi TelkomGroup, rencana penyewaan gedung GMP oleh BGN merupakan bentuk leveraging asset yang dapat menghadirkan peluang bisnis baru, termasuk melalui penyediaan layanan konektivitas dan solusi digital unggul dari yang kami miliki,” ungkap Dian dalam keterangannya yang diterima Uzone hari ini, Selasa (8/9).
Dengan demikian, aset properti yang sebelumnya digunakan untuk mendukung aktivitas internal TelkomGroup dapat dimanfaatkan secara lebih optimal sekaligus membuka potensi bisnis baru.
Optimalisasi GMP juga tidak berdiri sendiri. TelkomGroup saat ini tengah melakukan penataan dan pengelompokan ruang kerja di sejumlah lokasi Jakarta.
Sejumlah unit kerja TelkomGroup sebelumnya tersebar di berbagai lokasi. Melalui proses restrukturisasi dan klastering ruang kerja, perusahaan ingin mengintegrasikan unit-unit tersebut berdasarkan alur bisnis.
Langkah ini diharapkan dapat membuat kolaborasi antarsatuan kerja menjadi lebih mudah, sekaligus meningkatkan efektivitas dan produktivitas operasional.
Dalam proses tersebut, pemanfaatan GMP oleh BGN akan dilakukan secara bertahap setelah proses pembahasan dan negosiasi antara pihak-pihak terkait.
“Saat ini, sejumlah unit masih yang berkaitan tersebar di berbagai lokasi kerja di Jakarta. Melalui penataan ini, kami ingin menciptakan lingkungan kerja yang lebih terintegrasi sesuai stream masing-masing unit,” kata Dian.
Ia melanjutkan, “harapannya, ini dapat membuat kolaborasi menjadi lebih mudah, proses kerja semakin efektif, dan produktivitas karyawan semakin meningkat.”
Dengan kata lain, optimalisasi aset tidak dilakukan dengan mengorbankan kebutuhan operasional TelkomGroup. Perusahaan percaya dapat menata kembali penggunaan ruang kerja agar aset yang dimiliki dapat memberikan manfaat yang lebih optimal.
Ada Peluang Bisnis Digital
Yang menarik, nilai strategis GMP bagi TelkomGroup tidak berhenti pada bisnis properti.
Dengan rekam jejak Telkom sebagai perusahaan telekomunikasi dan penyedia solusi digital, pemanfaatan ruang oleh pihak eksternal juga dapat menjadi peluang untuk menawarkan berbagai layanan pendukung berbasis konektivitas dan teknologi.
Telkom menyebut BGN nantinya berencana menggunakan GMP untuk kebutuhan ruang kerja serta sejumlah fasilitas standard workstation.
“Berdasarkan hasil survei dan diskusi bersama Telkom, BGN menyampaikan rencana pemanfaatan GMP untuk ruang kerja serta beberapa fasilitas workstation standar. Pemanfaatan tersebut akan dilakukan setelah proses penataan unit-unit di Telkom dan pemindahan peralatan kerja existing ke lokasi yang telah disepakati bersama,” lanjut Dian.
Di sisi lain, Telkom juga terus melakukan modernisasi pada Telkom Integrated Operation Center (TIOC).
Pusat operasi tersebut dikembangkan dengan mengadopsi otomasi, artificial intelligence (AI), serta teknologi monitoring generasi berikutnya.
Pengembangan ini sejalan dengan arah transformasi TelkomGroup yang tidak hanya berfokus pada optimalisasi aset fisik, tetapi juga memperkuat infrastruktur dan kapabilitas digital perusahaan.