Gawat! 17,5 Juta Data Pengguna Instagram Dijual di Dark Web
Uzone.id — Insiden kebocoran
data menimpa Instagram, tak tanggung-tanggung data yang berhasil dicuri berasal
dari 17,5 juta pengguna di seluruh dunia. Menurut laporan dari MalwareBytes,
Sabtu, (10/01), data-data ini memuat informasi sensitif para pengguna dan beredar
luas di forum dark web.
Kumpulan data yang banyak beredar luas mencakup nama
pengguna dan username, alamat email resmi, nomor telepon, dan detail pribadi
lainnya seperti data lokasi pengguna.
Kebocoran ini pun menimbulkan dampak ngeri pada pengguna, dimana pengguna mengaku sudah mendapatkan email reset kata sandi yang tidak pernah mereka minta.
Lonjakan pesan tersebut tampak sah dan mulai membanjiri
kotak masuk sekitar pukul 04.00 hingga 05.00 WIB pada 8 Januari 2026, membuat
pengguna di seluruh dunia bingung dan cemas tentang keamanan akun mereka.
Seolah-olah itu belum cukup mengkhawatirkan, informasi yang
dicuri sudah ditawarkan untuk dijual di dark web, meningkatkan risiko bagi
mereka yang terdampak.
Menurut postingan yang dibagikan pelaku di dark web,
data-data ini sudah ‘dipanen’ semenjak akhir tahun 2024 lalu melalui kebocoran
API, mereka berhasil lolos dan bisa melewati langkah keamanan standar yang ada
di Instagram untuk mengambil data.
Basis data yang bocor ini diklaim sangat merusak karena dalamnya informasi pribadi yang berhasil disebarluaskan.
Tangkapan layar dari sampel data tersebut mengkonfirmasi keabsahan data-data ini sehingga memungkinkan penjahat siber untuk membangun profil komprehensif dari target mereka.
Sayangnya, hingga saat ini belum ada tanggapan resmi dari
Meta maupun Instagram mengenai kebocoran data tersebut.
Keheningan perusahaan tersebut memicu spekulasi dan
kemarahan dari para pengguna. Mengingat banyaknya laporan yang sudah
dilayangkan pengguna, Meta maupun Instagram sepertinya tidak bisa mengelak
maupun kabur dari kasus ini.
Sementara itu, untuk menghindari pencurian akun dan serangan
dari penjahat siber, segera lakukan reset password dengan kombinasi kata yang
memiliki kompleksitas tinggi dan jangan lupa untuk mengaktifkan two-factor
authentication.
Selalu waspada terhadap email atau pesan mencurigakan yang
mengaku dari Instagram. Pantau juga upaya-upaya login yang tidak berasal dari
kalian. Untuk sementara, jangan membagikan informasi rahasia melalui platform
Instagram.