Automotive

Gaspol Chery C5 CSH Dari Jakarta Sampai Semarang, Seirit Apa?

Brian Priambudi
Gaspol Chery C5 CSH Dari Jakarta Sampai Semarang, Seirit Apa?

Uzone.id - Chery siap membawa satu produk mobil hybrid lagi ke Indonesia yakni C5 CSH, model ini akan melantai di Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026 yang digelar pada 5 Februari 2026 mendatang.

Menariknya sebelum peluncuran berlangsung, PT Chery Sales Indonesia (CSI) mengajak awak media untuk merasakannya terlebih dahulu dalam perjalanan jarak jauh dari Jakarta sampai ke Semarang.

Chery C5 CSH sebenarnya masih punya desain yang sama dengan versi bensinnya yakni C5 ataupun versi listriknya yaitu E5.



Namun dari segi jantung pacunya tentu berbeda, karena Chery C5 CSH punya mesin yang sama dengan C5 yakni 1.500 cc TGDI yang ditambahkan teknologi hybrid dengan baterai 1,83 kWh.

Dengan gabungan keduanya, membuat Chery C5 CSH punya tenaga maksimal sekitar 140 HP dan torsinya mencapai 215 Nm dengan klaim konsumsi bensin bisa mencapai 20 km/liter dan sekali isi penuh bensin bisa tempuh jarak 1.000 km.





Uzone.id mendapatkan kesempatan untuk mengetes Chery C5 CSH dari Jakarta ke Semarang, terdapat beberapa hal yang kami catat saat menggunakan mobil ini untuk pertama kalinya.

Dimulai dari posisi duduk, sebenarnya ini tidak berbeda dari C5 ataupun E5, karena Chery C5 CSH tidak memiliki perbedaan dari segi desain interior termasuk jok, dashboard, dan posisi pedal.

Impresi pertama menggunakan mobil hybrid dari China ini adalah punya dua rasa yang berbeda, di kecepatan bawah terasa senyap layaknya mobil listrik, namun bisa diajak berpacu di kecepatan tinggi layaknya sebuah mobil bensin.



Dengan teknologi hybrid, tentu penggunanya bisa memilih lebih leluasa, ingin irit ataupun performa yang tinggi. Karena Chery C5 CSH dibekali dua mode berkendara yakni Eco dan Sport, tanpa adanya pilihan berkendara normal.

Saat kami coba pacu Chery C5 CSH, di mode Eco saja responnya cukup baik. Bahkan mode ini bisa dengan mudah membuat pengendaranya mencapai kecepatan 100 km/jam.





Mode Eco di Chery C5 CSH ini sudah cukup mewakili semua kebutuhan harian hingga jarak tempuh menengah, mengingat jambakannya tidak terlalu besar, masih bisa dibawa santai, dan lebih irit bbm tentunya.

Sementara di mode Sport, terasa jambakan yang lebih responsif. Mencapai kecepatan 100 km/jam bisa diraih hanya dalam sekejap mata saja berkat torsinya yang besar.

Mode Sport di Chery C5 CSH ini tentu bisa diandalkan untuk perjalanan dengan jarak yang sangat jauh, sehingga bisa memangkas waktu. Namun mode ini tentu memiliki efek yang berbeda, karena konsumsi bahan bakarnya tidak bisa seirit yang diperkirakan.



Dalam perjalanan menuju ke Semarang, Chery C5 CSH ini kami gunakan dengan normal-normal saja pada awalnya, kecepatan tertahan hingga sekitar 80 km/jam.

Dengan ritme ini, konsumsi bahan bakar pun sempat sangat irit dari klaim dari pihak Chery yakni 22 km/liter.





Namun karena perjalanan yang cukup panjang, kami pun memutuskan untuk meningkatkan kecepatan saat sudah mencapai Tegal agar bisa lebih cepat mencapai Semarang.

Di sini mode Sport pun diandalkan sehingga berbagai rasa yang berbeda juga turut kami dapatkan.

Ternyata saat Chery C5 CSH kami bawa di atas kecepatan 130 km/jam, kestabilan mobil sudah mulai terganggu. Sehingga pengendara perlu lebih konsentrasi agar mobil tetap stabil melaju di kecepatan tinggi.

Bagian setir dari Chery C5 CSH juga dirasa kurang berat saat dibawa di kecepatan di atas 100 km/jam, dari sisi feedback juga kurang terasa, sehingga pengemudi harus benar-benar fokus agar tidak kehilangan pengendalian.



Namun mode Sport ini memang menyenangkan, Chery C5 CSH ini benar-benar memberikan sensasi kecepatan yang bisa dibilang setara dengan mobil listrik.

Namun soal konsumsi tentu berkebalikan, karena dari catatan kami sesampainya di Semarang, konsumsi bensinnya turun drastis di 14,1 km/liter.

Sayangnya soal harga masih belum diketahui berapa banderol yang dipatok Chery untuk C5 CSH ini. Buat tau harganya, tunggu berita terbaru kami di ajang IIMS 2026 ya.