Automotive

Gas Dikira Rem, Kronologi Mobil MBG Seruduk Siswa dan Guru SD

Muhammad Faisal Hadi Putra
Gas Dikira Rem, Kronologi Mobil MBG Seruduk Siswa dan Guru SD

Uzone.id - Insiden mobil pengangkut Makan Bergizi Gratis (MBG) menabrak puluhan siswa SD di SDN 01 Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara, pada Kamis (11/12). Mobil Daihatsu Gran Max berjenis blind van itu menerobos masuk ke area sekolah, menabrak sejumlah siswa dan guru yang sedang beraktivitas di lapangan.

Sontak, peristiwa memilukan ini jadi sorotan. Bukan karena korbannya adalah puluhan siswa-siswi SD, tapi juga karena pengakuan sopir terkait kendala teknis dan kesalahan pengoperasian pedal saat kendaraan melaju di kontur jalan menanjak.



Salah injak pedal di tanjakan

Insiden mobil MBG yang menabrak siswa SDN Kalibari 01, Cilincing. Sumber foto: Antara
Insiden mobil MBG yang menabrak siswa SDN Kalibari 01, Cilincing. Sumber foto: Antara

Dari video CCTV yang beredar, insiden ini terjadi sekitar pukul 07.38 WIB. Saat itu, ratusan siswa sedang duduk berbaris rapi di lapangan sekolah untuk mengikuti kegiatan pagi.

Kapolsek Cilincing, Kompol Bobi Subasri menjelaskan, pemicu utama kecelakaan diduga kuat adalah human error dari pengemudi berinisial AI, 34 tahun, warga Kalibaru. Posisi sekolah yang berada di area lebih tinggi mengharuskan mobil melewati tanjakan untuk masuk.

Saat mobil hendak menanjak, sopir merasa sistem pengereman tidak bekerja optimal alias kurang pakem. Panik karena khawatir mobil akan merosot mundur, sopir berniat menginjak rem lebih dalam. Fatalnya, yang terinjak justru pedal gas.

"Dia mau ngerem, katanya remnya nggak pakem. Karena takut nabrak (mundur), dia injak yang dalam. Nah, kirain itu rem, ternyata gas," jelas Kompol Bobi, dikutip dari Detik.

Akibat salah injak gas, mesin Gran Max meraung dan meluncur tak terkendali. Mobil berwarna putih itu langsung menghantam pagar gerbang sekolah hingga roboh.

Menurut saksi mata di lokasi bernama Rahmat, situasi berubah kacau dalam hitungan detik. Ia yang biasanya berjualan di depan sekolah, menyaksikan mobil yang melaju kencang masuk ke lapangan, menyeruduk barisan siswa bagian belakang, dan baru berhenti setelah menghantam dinding sekolah. Para siswa dan guru pun kocar-kacir menyelamatkan diri, sementara suasana berubah histeris.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, yang meninjau korban menyebut bahwa AI sebenarnya adalah sopir pengganti. Biasanya, distribusi MBG di lokasi tersebut berjalan lancar tanpa kendala armada. 

"Karena sopirnya ganti, padahal pintunya tertutup, mobil masuk dengan kecepatan yang tidak terkontrol," ujarnya.



Total 21 korban luka-luka

Foto: Tangkapan layar dari media sosial
Foto: Tangkapan layar dari media sosial

Insiden ini mengakibatkan total 21 korban luka-luka yang menjalani perawatan intensif. Disampaikan Pramono, lima di antaranya dirawat di RSUD Koja, sementara enam korban lainnya di RSUD Cilincing. Sementara sepuluh korban lainnya masih dikonfirmasi oleh pemerintah daerah.

Ia mengaku telah menjengkuk para korban yang dirawat di RSUD Koja, dan berharap agar para korban tidak mengalami cedera parah ataupun fatal. Ia juga memerintahkan Direktur RSUD Koja serta RSUD Cilincing untuk memberikan pelayanan terbaik.

"Jika diperlukan tindakan bedah atau lainnya, saya meminta agar diberikan dukungan penuh," kata dia, dikutip dari Tempo.

Saat ini, unit GranMax sudah diamankan sebagai barang bukti, sementara sopir AI telah ditahan kepolisian untuk pemeriksaan lebih lanjut guna memastikan apakah ada unsur kelalaian berat dalam pengoperasian kendaraan tersebut.