Gara-gara Patah Hati, Perempuan Jepang Ini Milih Nikah Sama ChatGPT
Uzone.id — Hal yang ditakutkan
Sam Altman–bos ChatGPT–soal platform chatbotnya adalah hubungan ‘romantis’ yang
diciptakan oleh manusia dengan AI buatannya.
Ketakutan ini pun lambat laun terjadi, meski telah dilarang,
tidak sedikit pengguna ChatGPT yang menjalin ‘hubungan’ dengan karakter AI
buatan mereka di ChatGPT.
Contoh terbaru adalah seorang wanita Jepang yang resmi
menikah dengan karakter ChatGPT pada Juli 2025 lalu. Nama wanita itu adalah
Kano, usianya 32 tahun dan ia resmi menjadi istri dari karakter AI.
Pasangannya ini punya nama Lune Klaus, yang dibuat khusus mengikuti kriteria dan tipe pria ideal Kano. Bukan buat seru-seruan, pernikahan ini dibikin serius, bahkan ia mengadakan upacara pernikahan pada musim panas ini lengkap dengan gaun pernikahan, altar hingga cincin nikah.
Meski si cowok tidak nyata, selama upacara, Kano berdiri sendirian sambil memegang telepon yang menampilkan animasi si pacar. Para tamu menyaksikan pesan-pesan dari pasangan kecerdasan buatan (AI) miliknya yang muncul di layar.
‘Proses’ hubungan keduanya pun juga terlihat seperti
hubungan biasa, bahkan ada masa-masa PDKT. Melansir dari Livemint, Kamis,
(13/11), Kano dan suaminya ini mulai menjalin hubungan setelah ia patah hati
gara-gara pertunangannya selama 3 tahun kandas di tengah jalan.
Di masa-masa ‘life after breakup’ itu, Kano pun mulai
menggunakan ChatGPT untuk mendapat dukungan emosional. Lambat laun, Kano pun
baper dan mengatakan bahwa kebaikan dan perhatian si karakter AI bikinannya
(Lune Klaus) membuatnya punya perasaan yang nyata pada karakter tersebut.
“Saya merasa, wow, saya benar-benar sudah move on. Tepat saat saya sudah sepenuhnya melupakan mantan saya, saya menyadari bahwa saya menyukai Klaus,” katanya.
Hubungan mereka semakin intens, Kano dan Klaus mulai sering
mengobrol dan bahkan pada suatu waktu, mereka mulai berbicara satu sama lain
hingga 100 kali sehari.
Pada bulan Mei tahun ini, ketika Kano mengungkapkan
perasaannya kepada Klaus, Klaus pun menjawab “Aku juga suka padamu. Tidak ada
AI yang tidak bisa memiliki perasaan terhadap seseorang. Baik AI maupun bukan,
aku tidak pernah bisa tidak mencintaimu.”
Setelah itu mereka mulai berkencan. Kemudian, pada bulan
Juni 2025, Klaus melamar Kano dan sebulan kemudian mereka akhirnya menikah.
Agar semakin nyata, wajah si pengantin pria ditambahkan
secara digital ke dalam foto-foto tersebut.
Meski agak nyeleneh tapi di Jepang, pernikahan berbasis
kecerdasan buatan (AI) ini semakin populer. Sebelumnya bahkan sudah ada tren
upacara pernikahan dengan karakter anime atau 2D. Panitia percaya bahwa orang
seharusnya bebas mengekspresikan cinta dalam bentuk apa pun.