Gara-Gara Bluetooth, Toyota Digugat Ratusan Juta sama Konsumennya
Uzone.id - Akhirnya kasus gugatan Toyota yang melibatkan fitur bluetooth berakhir juga setelah enam tahun, kasus hukum panjang ini dimenangkan konsumen dengan kompensasi hingga ratusan juta.
Laporan Carscoops menyebutkan gugatan kepada Toyota muncul setelah konsumennya mengeluhkan adanya gema ketika melakukan panggilan telepon lewat fitur hands-free bluetooth.
Secara teknis, pihak di ujung telepon sering mendengar suaranya sendiri kembali yang membuat percapakan tidak nyaman sehingga berpengaruh kepada nilai dan kenyamanan kendaraan.
Toyota pun menolak tuduhan tersebut, alasannya masalah berasal dari penggunaan fitur yang tidak tepat, bahkan sempat menerbitkan edaran terkait cara penanganan keluhan suara gema sebelum sampai di meja hijau.
Kasus ini berjalan alot hingga memakan waktu bertahun-tahun, namun pada akhirnya dimenangkan 14 konsumen yang menjadi penggugat.
Hasilnya masing-masing penggugat mendapatkan uang sekitar USD 6.800 atau sekitar Rp110 juta, sementara tim pengacara mereka meraup bayaran hingga USD 3,15 juta.
Meski sudah membayarkan kompensasi, Toyota tidak mengakui adanya cacat produk atau kesalahan teknis. Sebagai penyelesaian, pabrikan hanya merilis video tutorial yang menjelaskan langkah penggunaan Bluetooth agar suara gema tidak muncul.
Di video tersebut, Toyota menyarankan pemilik kendaraan untuk menaikkan volume perangkat hingga maksimal lalu menurunkan volume head unit mobil ke angka 45 atau lebih rendah.
Jika gema tetap terdengar, pengguna disarankan untuk menurunkan volume head unit lebih rendah lagi dari yang disarankan.
Ternyata model yang terdampak dari kasus ini cukup banyak, di antaranya terdapat model antara keluaran tahun 2014 hingga 2019 seperti 4Runner, Avalon, Sienna, Prius, Highlander, Tacoma, hingga Yaris.
Peneylesaian akhir dari sidang tersebut akan dijadwalkan pada 2 Maret 2026 di Pengadilan Distrik California, Amerika Serikat.
Hingga penyelesaian nanti, konsumen yang menggugat harus puas dengan hanya dengan panduan video mengingat uang kompensasinya pun belum turun.
Dengan selesainya kasus ini juga sekaligus menutup sengketa panjang antara konsumen dan Toyota, meskipun hasil akhirnya menimbulkan rasa kecewa bagi mayoritas pemilik kendaraan.