Automotive

Gandeng Aston Martin, Honda dan Red Bull berpisah

Rangga Septian
Gandeng Aston Martin, Honda dan Red Bull berpisah

Uzone.id — Kemenangan di Grand Prix Abu Dhabi 2025 menjadi lebih dari sekadar penutup musim Formula 1. Bagi Honda, hasil ini adalah simbol akhir dari era panjang bersama Red Bull Racing, sekaligus titik tolak menuju tantangan baru bersama Aston Martin Aramco Formula One Team mulai 2026.


Dok: Honda
Dok: Honda

Balapan pamungkas di Yas Marina menutup delapan musim kolaborasi teknis Honda dan Red Bull yang telah membentuk salah satu periode paling dominan dalam sejarah Formula 1 modern. Dari fase eksperimen hingga puncak kejayaan, kemenangan Abu Dhabi menjadi validasi terakhir atas pendekatan teknis Honda di era mesin hybrid.



Bagi yang masih ingat, kerja sama Red Bull dan Honda dimulai pada 2018 melalui Scuderia Toro Rosso, yang saat itu berfungsi sebagai tim pengembangan bagi power unit Honda. Setahun berselang, mesin Honda resmi digunakan oleh Red Bull Racing, membuka babak baru transformasi performa pabrikan asal Jepang tersebut di Formula 1.


Di balik kesuksesan ini, Honda melakukan perubahan fundamental pada desain power unitnya. Fokus pada efisiensi pembakaran internal, karakter turbo yang lebih responsif, serta integrasi sistem hybrid yang semakin kompak membuat mesin Honda tidak hanya kompetitif, tetapi juga memberikan fleksibilitas desain bagi sasis Red Bull.


Pendekatan tersebut terbukti efektif. Sepanjang periode kolaborasi, Red Bull Racing bersama tim afiliasinya, Scuderia AlphaTauri dan Visa Cash App Racing Bulls, mengoleksi 72 kemenangan dan 141 podium. 

Capaian itu menempatkan Honda kembali sejajar dengan produsen mesin elite Formula 1 setelah sempat mengalami masa sulit di awal era hybrid.

Presiden Honda Racing Corporation (HRC), Koji Watanabe, menyebut keberhasilan ini sebagai hasil sinergi jangka panjang antara teknologi dan sumber daya manusia.

“Merupakan suatu kehormatan besar bahwa teknologi dan sumber daya manusia Honda telah berkontribusi pada banyak kemenangan dan gelar juara yang diraih Oracle Red Bull Racing selama periode ini,” ujar Watanabe.

Lebih lanjut, Abu Dhabi 2025 juga menandai akhir dari satu bab penting. Mulai musim 2026, Honda akan kembali berstatus sebagai pemasok power unit penuh melalui kerja sama eksklusif dengan Aston Martin Aramco Formula One Team, seiring diberlakukannya regulasi baru Formula 1.

Dok: Honda
Dok: Honda

Diketahui, regulasi 2026 akan menitikberatkan efisiensi energi, penggunaan bahan bakar berkelanjutan, serta sistem hybrid generasi terbaru, area yang sejak awal menjadi fokus pengembangan Honda. 

Dalam konteks ini, proyek bersama Aston Martin dipandang sebagai kelanjutan alami dari filosofi teknis yang telah ditempa selama era Red Bull.

Aston Martin dijadwalkan meluncurkan mobil balap AMR26 pada 9 Februari 2026, yang akan menjadi debut resmi power unit Honda generasi terbaru. 

Proyek ini sekaligus menandai kembalinya Honda sebagai mitra teknis utama dalam tim yang tengah membangun identitas sebagai penantang serius di Formula 1.

Kemenangan di Abu Dhabi 2025 pun terasa seperti penutup yang ideal. Bukan hanya perpisahan dengan Red Bull Racing, tetapi juga fondasi kepercayaan diri Honda sebelum memasuki era baru bersama Aston Martin, dengan ambisi yang sama besar, namun tantangan yang sepenuhnya berbeda.