Gamer Indonesia Royal Beli Item Game, Asal Ada Diskon
Uzone.id - Asal ada diskon sih, gamer Indonesia langsung nggak mikir lagi buat beli item terkait game. Fakta ini ditemukan dalam laporan terbari Jakpat bertajuk ‘Indonesia Gaming Behavior 2025’, yang mengungkap kalau diskon masih menjadi alasan utama yang mendorong para gamer untuk belanja.
Dari 1.203 responden, ditemukan bahwa tiga dari lima orang atau sekitar 60 persen, pernah membeli item di dalam game. Tapi alasan utamanya bukan karena gengsi, 65 persen responden mengakui bahwa item yang diincar memang sedang dikorting harganya.
Alasan populer lainnya adalah untuk membuat karakter terlihat lebih keren, yang dipilih 49 persen responden, serta untuk mempercepat progres dalam game sebesar 38 persen.
Lalu, apa yang paling sering dibeli para gamer di Indonesia? 54 persen responden membeli item-item di dalam game, seperti skin atau diamond.
Uniknya, belanja aksesori pendukung seperti kontroler atau keyboard, berada di posisi kedua dengan 45 persen. Sementara di posisi ketiga, pembelian perangkat seperti konsol atau PC, dipilih oleh 37 persen responden.
Jajannya irit, bayarnya pakai e-wallet
Meski hobi belanja, mayoritas gamer Indonesia nyatanya masih ‘jajan irit’. Dalam tiga bulan terakhir, 27 persen gamer hanya menghabiskan kurang dari Rp50.000. Sementara 24 persen lainnya belanja di kisaran Rp50.000 hingga Rp100.000.
Kebanyakan dari mereka pun melakukan pembayaran via e-wallet, yakni 86 persen dari responden.
Laporan ini juga membedah cara gamer menemukan game baru, yakni melalui media sosial, dengan TikTok dan YouTube sama-sama kuat di angka 53 persen. Menariknya, ada perbedaan generasi di sini, yang mana 53 persen Gen Z menemukan game lewat TikTok, sementara 48 persen kaum milenial masih lebih setia pada YouTube.
Walau industri game terus berkembang, masalah utama yang dihadapi para gamer di Indonesia tetap klasik, yakni koneksi yang tidak stabil, yang bahkan lebih tinggi dari keluhan lainnya, seperti perangkat yang lemot, item yang mahal, komunitas yang toxic, sampai keterbatasan bahasa.