Digilife

Gak Cuma Transaksi, Payment ID Juga Dipakai untuk Pantau Pajak?

Vina Insyani
Gak Cuma Transaksi, Payment ID Juga Dipakai untuk Pantau Pajak?

Uzone.id — Menjelang perilisannya pada 17 Agustus 2025 mendatang, Payment ID terus menjadi sorotan baik mengenai mekanisme, keamanan hingga terbaru soal informasi apa saja yang mereka pantau.

Terbaru, Payment ID tidak hanya akan memantau transaksi masyarakat secara individu namun juga akan digunakan untuk mengoptimalisasikan penerimaan pajak negara. Hal ini disampaikan oleh Direktur Jenderal Pajak, Bimo Wijayanto.

Menurut Bimo, kehadiran Payment ID ini dapat membantu DJP dalam memperkaya data transaksi masyarakat Wajib Pajak. 




“Kalau teman-teman mendengar, mungkin ada platform digital yang akan diluncurkan oleh Bank Indonesia nanti pada saat 17 Agustus 2025, arahnya nanti akan semua ke sana (Payment ID),” kata Bimo dikutip dari CNBC, Senin, (04/08).

Sebelumnya, Direktorat Jenderal Pajak telah menerima data masyarakat Indonesia berupa NIK dari Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri sebagai bagian dari perjanjian kerja sama penggunaan data untuk 5 tahun ke depan.

Salah satu bagian dari kerjasama ini adalah penggunaan data untuk Digital ID yang sebelumnya sudah digodok oleh Kemendagri. Ini juga berkaitan dengan penyelarasan NIK dengan NPWP yang sudah dilakukan oleh DJP.

Nantinya, NIK penduduk yang terhubung ke Digital ID diklaim akan memperkuat dan memperkaya informasi setiap individu, termasuk mengenai Payment ID.

Bimo menambahkan, “Dengan adanya digital ID nanti tentu informasi yang terkait dengan variabel-variabel individu yang bersangkutan, penduduk, akan bisa semakin kaya jadi semakin bisa mengandung informasi-informasi yang dibutuhkan dalam kerangka optimalisasi penerimaan pajak.” 




Kehadiran Payment ID dan penyelarasan pada Digital ID menjadi salah satu dari tahapan pemerintah Indonesia menuju digitalisasi kepermintahan yaitu e-government.

Payment ID sendiri dirancang untuk mengakses data dan informasi pengguna mengenai transaksi pembayaran dari berbagai sumber, mulai dari rekening bank, kartu kredit, e-wallet, hingga platform pinjaman online yang terintegrasi dengan NIK pengguna.

Tak hanya mencatat keuangan, Payment ID juga dapat menilai kondisi kesehatan keuangan penggunanya. Pasalnya, sistem ini juga dirancang untuk mencatat pemasukan uang pengguna.

“Seluruh data di bank nantinya terkait dengan nomor rekening maka akan ada ekuivalen yang terkait dengan Payment ID-nya,” tuturnya.