Gadget

Gaharnya iQOO 15 Ultra, Jadi HP Android Terkencang yang Pernah Dicoba

Muhammad Faisal Hadi Putra
Gaharnya iQOO 15 Ultra, Jadi HP Android Terkencang yang Pernah Dicoba

Uzone.id - iQOO 15 bukanlah smartphone tercanggih yang diluncurkan iQOO tahun ini, melainkan iQOO 15 Ultra. Sudah ditenagai spesifikasi paling ‘rata kanan’, iQOO 15 Ultra juga punya kipas pendingin aktif untuk menjaga performanya tetap di level tertinggi.

Seperti iQOO 15, smartphone ini disokong oleh Snapdragon 8 Elite Gen 5. Tunggu, kalau kalian beranggapan performanya tidak akan jauh berbeda, maka itu anggapan yang salah. 

Berdasarkan benchmark yang kami lakukan langsung, iQOO 15 Ultra benar-benar sodor kan tenaga di luar nalar. Bahkan, iQOO 15 Ultra juga sudah sah menjadi smartphone Android paling kencang yang pernah kami review sampai sekarang. 

Berikut ulasan lengkapnya.

iQOO 15 Ultra yang kami tes merupakan varian tertinggi dengan RAM LPDDR5X 24 GB yang bisa ditambah secara virtual sampai 24 GB, memori penyimpanan UFS 4.1 1 TB, dan dibekali chip gaming Q3 untuk menangani upscalling resolusi dan frame generation dari game yang dimainkan penggunanya.


Di AnTuTu Benchmark, skor yang kami raih mencapai 4.309.766 poin. Dibandingkan dengan iQOO 15, selisih skornya  mencapai 457.712 poin! Skor yang diraih juga jauh lebih tinggi ketimbang Redmagic 11 Pro yang sudah kami review sebelumnya, di mana skornya mencapai 4.022.119 poin. 

Lanjut ke 3DMark untuk menguji kemampuan grafisnya. Kami menggunakan skema Wild Life Stress Test untuk melihat konsistensi performa saat ponsel ini diajak kerja keras me-render grafis berat selama 20 menit tanpa henti. 


Hasilnya? Seperti yang bisa ditebak, skor Best loop di putaran pertama tembus di angka 28.325 poin. Frame rate-nya pun sempat menyentuh angka 203 FPS. Ini membuktikan tenaga mentah GPU bawaan Snapdragon 8 Elite Gen 5 memang sebuas itu di tarikan awal.

Kalau bicara realita saat smartphone dipaksa kerja keras terus-menerus, ternyata stabilitas performanya menurun jauh ke angka 64,6 persen—lumayan bagus.

Dari grafik terlihat kalau performanya mulai menurun secara bertahap setelah putaran ketiga. Skornya pun turun cukup drastis dan tertahan di kisaran 20 ribuan poin, hingga menyentuh skor terendah di 18.306 poin pada loop menjelang akhir. 

Begitu juga dengan frame rate-nya, perbandingan antara loop 1 dan loop 15 terlihat cukup jomplang, di mana titik terendahnya anjlok sampai 57 FPS.


Penyebab penurunan performa ini jelas adalah kenaikan suhu yang signifikan. Meski sistem kipas pendinginnya aktif, pengujian di 3DMark Stress Test bikin suhu iQOO 15 Ultra naik. 

Suhunya melonjak drastis dari yang awalnya 27°C ke 51°C. Di suhu setinggi ini, bodi HP memang terasa sangat tidak nyaman untuk dipegang langsung, lantaran iQOO menggunakan sasis metal buat iQOO 15 Ultra. 

Bukan cuma suhu yang melonjak, konsumsi dayanya juga langsung boros. Baterainya terkuras hingga 21 persen—dari 43 persen ke 22 persen—untuk satu kali pengujian ini.


Benchmark lain yang kami lakukan menggunakan Geekbench 6. iQOO 15 Ultra pamer hasil tinggi pada pengujian CPU dengan skor 3.662 poin pada single-core dan 11.486 poin untuk multi-core

Dibandingkan iQOO 15, skornya juga lebih tinggi. Info saja, dari review yang kami lakukan, skor single-core iQOO 15 mencapai 3.513 poin dan multi-core mencapai 10.269 poin. 

Angka setinggi ini jelas membuktikan kalau prosesor gak cuma garang di atas kertas, tapi benar-benar memberikan lonjakan performa yang signifikan. Itu artinya, buat kalian yang sering multitasking kelas berat, rendering video resolusi tinggi, atau menjalankan aplikasi emulator, tenaga komputasinya bakal terasa overkill untuk ukuran smartphone.

Sementara di GPU OpenCL, kemampuan rendering grafisnya menyentuh angka 23.725 poin. Dengan skor setinggi ini, memproses visual game AAA yang penuh efek partikel atau melakukan editing grafis di HP jelas bukan masalah besar buat iQOO 15 Ultra.

Spesifikasi iQOO 15 Ultra


iQOO 15 Ultra jadi smartphone pertama iQOO dengan sistem pendingin aktif. Ponsel ini kombinasikan vapor chamber seluas 8.000mm² dengan sistem pendingin Ice Dome berupa 59 bilah kipas berukuran 17 x 17 mm yang mampu mengalirkan udara 0,315 cfm (cubic feet per minute).

Nah, untuk menopang dayanya, iQOO benamkan baterai 7.400 mAh dengan fast charging 100W dan wireless charging 40W. Baterai sebesar powerbank ini dijejalkan dalam bodi setipis 8,7 mm dengan bobot total 227 gram, serta sudah mengantongi rating IP68/IP69.


Di depan, iQOO 15 Ultra suguhkan panel LTPO OLED Samsung M14 berukuran 6,85 inci dengan refresh rate 144Hz. Layar ini mendukung Dolby Vision, HDR10+, tingkat kecerahan maksimal 2.600 nits, serta DC dimming. Respons sentuhannya juga tinggi dengan sampling rate 480Hz.

Sementara buat fotografi, iQOO 15 Ultra membawa konfigurasi tiga kamera belakang, terdiri dari kamera utama 50 MP bersensor Sony IMX921 dengan OIS CIPA 4.5, kamera periscope telephoto 50 MP dengan 3x optical-zoom, dan kamera ultrawide 50 MP. Di bagian depan, terdapat kamera selfie 32 MP. 


Sayang, iQOO 15 Ultra cuma tersedia eksklusif di China saja. Padahal secara harga juga menarik, lantaran dibanderol mulai Rp12,5 jutaan sampai Rp16,9 jutaan untuk varian tertinggi.