Automotive

Fortuner Pajero Dulu Langka, Sekarang Banyak yang Jual Imbas Solar Mahal

Bagja Pratama
Fortuner Pajero Dulu Langka, Sekarang Banyak yang Jual Imbas Solar Mahal

Uzone.id - Lonjakan harga bahan bakar solar non subsidi baru-baru ini dilaporkan telah menciptakan gejolak signifikan di pasar mobil bekas Indonesia, terutama di segmen mobil diesel seperti Toyota Fortuner dan Mitsubishi Pajero Sport. 

Kenaikan biaya operasional yang harus ditanggung kini mendorong banyak pemilik kendaraan diesel mempertimbangkan ulang kepemilikan mobil mereka.



Pelaku usaha jual beli mobil bekas mengaku menyaksikan peningkatan drastis suplai unit diesel yang masuk. Fenomena ini disebabkan oleh pemilik mobil yang memutuskan untuk menjual unitnya dan beralih ke kendaraan yang lebih hemat energi, khususnya model hybrid.

Akun @mobilsecondmedan, salah satu pelaku pasar, memberikan kesaksian langsung mengenai perubahan tren ini. 

Mereka menyebutkan bahwa kini banyak pemilik Fortuner dan Pajero Sport datang untuk menjual mobil mereka. 

Bahkan, terdapat kasus pertukaran mobil premium, di mana unit Fortuner GR tahun 2023 dengan kondisi mulus (kilometer 50.000) dan sudah dimodifikasi puluhan juta rupiah, langsung ditukar dengan mobil CR-V hybrid karena alasan efisiensi bahan bakar.

Tak Lagi Langka, Harga Jual Lebih Terjangkau

Peningkatan suplai diiringi menurunnya minat konsumen secara parsial telah menyebabkan koreksi harga jual yang signifikan. 

Kondisi ini berbanding terbalik dengan beberapa tahun lalu, di mana unit diesel seperti Fortuner dan Pajero Sport sulit didapat karena permintaan yang tinggi.

Penurunan harga kini menjadi kabar baik bagi calon pembeli. Fortuner diesel bekas, yang sebelumnya berada di kisaran harga Rp550 juta hingga Rp570 juta, saat ini dilaporkan dapat diperoleh dengan harga yang lebih rendah, sedikit di atas Rp500 juta.

Tren koreksi harga serupa juga terjadi pada Mitsubishi Pajero Sport. Berdasarkan data dari pelaku pasar, harga Pajero Sport varian Dakar Ultimate produksi tahun 2022 kini dipasarkan sekitar Rp480 juta, sementara untuk model tahun 2021, harganya berada di kisaran Rp460 juta.



Dengan kondisi pasar yang menguntungkan pembeli ini, penjual dihadapkan pada keharusan untuk menurunkan harga agar unit mereka dapat cepat terjual. 

Jika tren kenaikan harga bahan bakar terus berlanjut, pergeseran konsumen dari mobil diesel ke segmen kendaraan hybrid dan listrik diprediksi akan menjadi semakin masif dalam waktu dekat.