FOREC Sabet Juara di ‘Grand Champion GoZero’, Apa Inovasinya?
Uzone.id — Tim FOREC dari
Telkom Regional 3 berhasil keluar sebagai pemenang utama dalam ajang GoZero%
Grand Champion Innovation Festival yang digelar di Surabaya, Senin
(02/03).
Acara ini menjadi puncak dari rangkaian GoZero% Innovation
Festival yang sebelumnya telah berkeliling ke lima regional sepanjang 2025
lalu.
Kompetisi yang diinisiasi oleh Telkom Indonesia ini
mempertemukan para juara dari masing-masing wilayah untuk kembali
mempresentasikan dan menguji inovasi mereka. Dari lima finalis terbaik, FOREC
(Fiber Optic REcycling & Circularity) berhasil unggul dan meraih gelar
Grand Champion.
FOREC sendiri terdiri dari 3 anggota yaitu Aufal Nawasanjani, Pudi Ikhwanto dan Rino Saputra. Ketiga anggota ini berhasil memukau dewan juri melalui inovasi mereka dalam mendaur ulang sampah kabel di lingkungan Telkom Indonesia.
Dipilihnya tim ini sebagai juara adalah karena inovasi yang
dilahirkan memiliki dampak yang nyata dan bisa diimplementasikan secara
berkelanjutan, khususnya dalam ESG dan pengelolaan sampah (waste
management).
FOREC pada dasarnya merupakan sebuah solusi pengelolaan limbah kabel serat optik berbasis ekonomi sirkular yang mengubah limbah menjadi produk turunan bernilai tambah, seperti material konstruksi dan paving.
Dalam penerapannya, mereka berkolaborasi dengan mitra daur
ulang dan fasilitas waste-to-energy dengan tujuan untuk mengurangi tumpukan
limbah (material deadstock) serta mengubah beban biaya menjadi potensi
monetisasi.
“Forec sendiri adalah suatu ide dari kita, sebuah inovasi
dimana dari permasalahan atau problem setting-nya dari lingkungan Telkom
di daerah Malang dan juga di daerah Gresik. Jadi problem setting-nya gak
jauh dari masalah yang kita hadapi sehari-hari, dimana kita karena base-nya
adalah perusahaan telekomunikasi, kita menghasilkan banyak sekali limbah fiber
optic,” kata salah satu anggota Forec. Rino Saputra.
Ia melanjutkan bahwa saat ini, angka limbah fiber optik yang masih mangkrak mencapai 20 persen dan tersebar di berbagai kota di Indonesia.
“Dari situ kita mencoba berusaha untuk membuat inovasi agar
fiber optik ini tidak open burning karena menghasilkan gas dan emisi
yang berbahaya. Jadi, kita coba inovasi fiber optik ini untuk bisa
diimplementasikan bukan hanya di regional tapi juga nasional,” tambahnya.
Keberhasilan FOREC meraih gelar Grand Champion menunjukkan
bahwa inovasi mereka tak hanya unggul di atas kertas, tetapi juga relevan
dengan kebutuhan lapangan.
Dalam proses validasi, tim ini nantinya diuji untuk
membuktikan bahwa solusi yang mereka kembangkan mampu menjawab tantangan nyata
dalam tata kelola sampah dan praktik berkelanjutan di lingkungan perusahaan.
Sebelumnya, FOREC sendiri bersaing dengan 4 tim terbaik
lainnya yang mewakili setiap regional Telkom di seluruh Indonesia. Tim-tim
tersebut antara lain MyCarbon, EcoQuest, Restylecle Transforming Uniforms
Sustainability, dan Clean Ocean IoT CLEOO dimana masing-masing membawa solusi
inovatif yang berfokus pada ESG (Environmental, Social, and Governance) dan
pengelolaan sampah (waste management).