Fokus Mobil Nasional, Transportasi Umum Malah Terlupakan?
Uzone.id - Belum lama ini, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto merencanakan berdirinya mobil nasional yang ditargetkan hadir 3 tahun mendatang. Kebijakan itu dikritisi karena diharapkan bukan cuma mobil, tapi kendaraan yang mendukung transportasi umum juga bisa dibuat oleh Indonesia.
Djoko Setijowarno selaku Pengamat Transportasi mengatakan saat ini 95 persen kota di Indonesia masih belum memiliki transportasi umum modern. Bahkan masih banyak kota yang tidak punya transportasi umum konvensional.
Menurut Djoko, jika pun ada transportasi umum di kota-kota lain di luar Jawa, pasti memiliki usia di atas 10-15 tahun yang sudah tidak layak untuk beroperasi.
"Program mobil nasional akan menciptakan sejumlah kendaraan untuk mobilitas para pejabat di Indonesia. Kebutuhan mobilitas tidak hanya oleh pejabat, rakyat juga memerlukan," ujar Djoko dalam keterangan resmi yang diterima Uzone.id.
Menurutnya, pemerintah jangan hanya fokus pada mobil nasional, tetapi juga berencana untuk mendirikan bus, angkutan pedesaan, dan truk secara nasoinal.
"Bus untuk menambah kota dan kabupaten memiliki transportasi umum modern. Angkuta pedesaan untuk digunakan warga desa ke pasar mengangkut hasil desa. Truk untuk angkut logistik dan pangan," jelasnya.
"Belajar dari India, China, dan Jepang, produksi truk dan bus juga menjadi target mereka. Sekarang, bus dan truk di Indonesia, bukan produksi dalam negeri," lanjutnya.
Menurutnya kebutuhan masyarakat akan adanya bus untuk transportasi umum dan truk untuk angkutan logistik juga cukup tinggi saat ini.
Djoko pun mengkritik dengan keras bahwa harapannya mobil nasional nantinya bisa dirasakan oleh seluruh masyarakat Indonesia, bukan hanya pejabat saja.
"APBN dari rakyat, jangan hanya untuk pejabat tapi juga rakyat ikut menikmati program mobil nasional," pungkasnya.
Perlu diketahui, wacana soal mobil nasional ini mencuat saat sidang Kabinet Merah Putih berlangsung beberapa pekan lalu.
Kala itu, Presiden Prabowo meminta para menteri untuk menggunakan Pindad Maung karena merupakan mobil buatan Indonesia.
"Sebentar lagi saudara semua juga harus pakai Maung, saya nggak mau tahu tuh. Mobil bagus dipakai pas libur aja. Atau saat saya nggak panggil kau boleh lah pakai mobil itu," ujar Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna, di Istana Negara, Jakarta Pusat, dikutip Uzone.id.
Diam-diam, Prabowo sendiri menyatakan pihaknya sudah menyiapkan perintisan mobil nasional. Dia menargetkan 3 tahun lagi Indonesia bisa memproduksi mobil sendiri.
"Ini memang belum merupakan prestasi, tapi kita sudah mulai rintis. Kita akan punya mobil buatan Indonesia dalam 3 tahun yang akan datang," ungkap Prabowo.
Menurutnya pemerintah sudah menyiapkan alokasi dana untuk proyek mobil nasional. Lahan hingga pembangunan pabrik juga sudah dipersiapkan.