Fokus Grab di 2026: Layanan Lebih Murah hingga Fitur Berbasis AI
Uzone.id — Grab Indonesia
menutup tahun 2026 dengan catatan yang cukup positif. Beberapa layanan yang
telah mereka rilis memberikan pertumbuhan yang cukup signifikan, termasuk fitur
seperti GrabUnlimited, Group Order hingga fitur DineOut.
Dalam acara Year End Media Luncheon: Grab’s Food & Mart
Hits of 2025, Kamis, (18/12), Melinda Savitri, Country Marketing Head Grab
Indonesia & OVO mengatakan bahwa di tahun 2026 nanti, pihaknya akan
menghadirkan kembali berbagai layanan untuk memenuhi kebutuhan konsumen.
Salah satu fokusnya adalah dua segmen utama yaitu menengah dan menengah ke bawah.
“Pertama adalah segmen menengah dan menengah ke bawah, di
mana inovasi akan sangat fokus pada affordability atau layanan yang
semakin terjangkau,” katanya.
Di segmen ini, Grab akan memperkuat solusi mereka seperti
GrabHemat di transportasi, GrabFood Diskon Puas, hingga GrabFood Mandiri, yang
menawarkan menu satu porsi untuk satu orang dengan harga terjangkau dan sudah
termasuk ongkos kirim.
Untuk GrabFood Diskon Puas sendiri sebenarnya sudah
diterapkan di pertengahan tahun ini, namun nantinya layanan ini akan terus
dipertahankan dengan benefit hingga mencapai 50 persen.
Meski tahun depan akan berfokus pada layanan yang
terjangkau, Grab tetap mempertahankan layanan premium mereka, mulai dari
GrabCar Standard, GrabCar Premium, bahkan GrabCar Executive yang saat ini masih
terbatas di kota tertentu dan kemungkinan akan diperluas ke kota lainnya.
Di layanan GrabFood, Grab juga akan mempertahankan layanan
seperti GrabFood Priority bagi konsumen yang ingin pengantaran lebih cepat,
terutama saat sedang lapar dan tidak ingin menunggu lama.
“Kami menghadirkan GrabFood Bintang 5, yaitu kurasi restoran dengan rating tinggi (minimal 4,6–4,7) dari ribuan konsumen foodie,” tambahnya.
Selain berfokus pada layanan-layanan yang menargetkan
konsumen menengah hingga premium, Grab juga akan memperluas penggunaan
teknologi AI mereka.
“Kalau ditanya setahun lalu, mungkin kami masih cukup
skeptis terhadap AI. Tapi sekarang kami sudah berada di titik inflection point,
di mana teknologinya siap dan adopsinya juga semakin matang,” kata Melinda.
Ia juga menjelaskan kalau saat ini, internal Grab sudah
menjalankan sebuah inovasi bernama ‘AI Sprint’ semenjak tahun 2024 lalu.
“Di internal Grab, kami sudah menjalankan AI Sprint sejak
tahun lalu untuk mengembangkan inovasi berbasis AI yang benar-benar berangkat
dari human issues. Prinsip kami bukan menggantikan manusia, tapi membantu
manusia menjadi lebih produktif dan meningkatkan kualitas output,” tambahnya.
Saat ini, beberapa implementasi AI di Grab pun sudah
berjalan, seperti AI chatbot untuk merchant, bantuan AI untuk driver dalam
menemukan titik-titik ramai, hingga AI untuk membantu merchant meningkatkan
kualitas foto menu tanpa harus melakukan photoshoot profesional.
Kedepannya, Grab mengklaim bahwa AI akan menjadi fondasi
utama inovasi mereka, namun tetap berlandaskan pada human truth. Filosofi
perusahaan adalah “AI with heart” yaitu bukan sekadar mengikuti tren teknologi,
tapi benar-benar menjawab kebutuhan manusia.