Digilife

Fitur Username WhatsApp Tuai Kritik, Bikin Rawan Penipuan?

Vina Insyani
Fitur Username WhatsApp Tuai Kritik, Bikin Rawan Penipuan?

Uzone.id — WhatsApp diminta untuk menunda peluncuran fitur username yang baru-baru ini mereka perkenalkan ke pengguna. Alih-alih melindungi data pengguna, fitur ini disebut bisa menimbulkan risiko yang gak kalah berbahaya.

Permintaan ini disampaikan oleh pemerintah India melalui Kementerian Elektronik dan Teknologi Informasi India, mereka meminta WhatsApp untuk tidak meluncurkan fitur ini di negara mereka karena berpotensi dimanfaatkan pelaku kejahatan siber dalam melakukan penipuan hingga phishing.

Fitur username ini dinilai berpotensi meningkatkan berbagai bentuk kejahatan siber, mulai dari penipuan online (online fraud), phishing, digital arrest scam, modus penipuan yang mengatasnamakan aparat penegak hukum hingga penyamaran identitas (impersonation).

Username ini ditakutkan bisa dibuat mirip dengan tokoh-tokoh publik, instansi pemerintahan, atau orang lain sehingga mudah untuk melakukan penyamaran.






“Ada kemungkinan bahwa pelaku siber bisa mengklaim username orang lain dan mengirim pesan kepada calon korbannya sambil berpura-pura menjadi orang tersebut,” kata salah satu pejabat India, dikutip dari South China Morning Post, Selasa, (07/07).

Ia melanjutkan, “Bagi mereka yang mungkin kurang paham teknologi dan tidak bisa membedakan (mana pengguna palsu dan asli), hal ini bisa menjadi tantangan besar.”

Dalam surat resmi yang disampaikan, mereka meminta WhatsApp menunda peluncuran tersebut sampai pemerintah merasa yakin bahwa berbagai risiko keamanannya sudah dapat diatasi.

Karena itu, India meminta WhatsApp untuk menjelaskan kalau fitur username tersebut aman dan memberikan alasan kuat agar pemerintah tidak perlu mengambil tindakan hukum terhadap perusahaan.

Menanggapi permintaan tersebut, induk WhatsApp, Meta mengatakan kalau fitur username ini sebenarnya belum sepenuhnya diluncurkan dan baru akan tersedia secara bertahap dalam beberapa bulan ke depan.

Perusahaan menegaskan kalau pihaknya sudah menyiapkan sejumlah lapisan keamanan agar fitur tersebut tidak mudah disalahgunakan, termasuk masih meminta pengguna untuk memasukkan nomor ponsel mereka.






“Pengguna masih memerlukan nomor telepon untuk menggunakan WhatsApp, dan kami telah menerapkan beberapa lapisan perlindungan terhadap penipuan pada nama pengguna,” kata seorang juru bicara Meta.

Pencegahan lainnya adalah dengan mengunci username milik tokoh publik, akun pemerintah, selebritas, hingga akun Meta yang telah terverifikasi agar hanya bisa digunakan oleh pemilik resminya.

“Untuk mencegah penyalahgunaan identitas, kami telah mengamankan nama-nama tokoh terkenal sehingga nama-nama tersebut hanya dapat diklaim oleh pemilik sahnya,” demikian bunyi pernyataan tersebut.

Selain itu, WhatsApp mengklaim telah menyiapkan sistem untuk mencegah penggunaan username yang menyerupai akun resmi.

Sama halnya ketika menggunakan nomor HP, WhatsApp juga akan melindungi kontak pengguna agar tidak dichat oleh sembarang orang–termasuk orang tak dikenal. Platform nantinya akan membatasi jumlah pengguna baru yang dapat dihubungi oleh sebuah akun, memblokir upaya menebak username secara berulang, serta menggunakan sistem otomatis untuk mendeteksi aktivitas yang mengarah pada penyamaran identitas.