First Drive AION UT: Mobil Listrik Gen Z Dibawa PP Jakarta-Bandung
Uzone.id - GAC Indonesia pede mengklaim kalau mobil listrik terbarunya, AION UT ditawarkan untuk anak-anak muda di Indonesia. Padahal tau sendiri, anak-anak muda di Indonesia yang kebanyakan masuk generasi Z, punya tuntutan segudang soal mobil kekinian.
Jadi gak hanya sekedar tampang keren, performa juga harus mumpuni dan kalau jenisnya mobil listrik, tentu harus aman dan punya jarak tempuh yang jauh, jadi gak khawatir lowbatt.
Terakhir yang gak kalah penting, ketika para generasi Z ini dari lahir sudah disuguhi beragam teknologi canggih, maka hal yang sama harus ada juga di mobilnya.
Bisakah AION UT memenuhi semua tuntutan para gen Z tersebut?
Untuk membuktikannya, kami pun berkesempatan mencoba langsung AION UT dengan rute 'short escape' Jakarta - Bandung - Jakarta PP dan tidak melakukan pengecasan sama sekali.
Di atas kertas, harusnya pede, karena dengan kapasitas baterai 60 kWh (tipe Premium), AION UT mengklain bisa berjalan sejauh 500 km untuk sekali pengecasan penuh.
Impresi Berkendara
Pertama kali kami duduk, tidak menyangka bakal senyaman ini. Joknya empuk dengan kontur yang mendekati lekuk badan. Setir juga enak digenggam dan bisa dinaik-turunkan, meski belum bisa telescopic.
Impresi pertama, namaya mobil listrik, dengan torsi 210 NM, maka jangan kaget kalau akselarasi awalnya sangat menggigit! MObil pun meluncur mulus dan terasa ringan.
Respon setirnya juga cukup baik dan tidak kehilangan rasa dan feedback, seperti kebanyakan karakter setir mobil listrik lain.Pergerakan mobil ini ketika manuver pun cukup baik. Lincah dan gesit dan cenderung nurut alias mudah dikemudikan, dengan impresi secara keseluruhan, cukup fun to drive.
Bantingan suspensinya juga empuk dan nyaman banget ketika harus melewati permukaan jalan yang jelek dan tidak rata. Terbukti dari permukaan aspal tol layang MBZ yang anteng saja kami libas tanpa sama sekali mengurangi kenyamanan.
Hanya saja, bantingan suspensi empuknya ini tentu punya konsekuensi, terutama saat mobil dalam kecepatan tinggi seperti di tol, yang cenderung jadi terlalu mengayun dan sedikit liar untuk dikendalikan ketika harus bermanuver.
Tapi namanya juga citycar, intensitas penggunaan bakal lebih banyak di perkotaan, yang bisa dipastikan mobil ini cukup nyaman, fun to drive dan juga ringkas.
Fitur canggih
UT dibekali processor Qualcomm SA8155P, chipset yang biasa digunakan di mobil mewah. Chip ini mampu memproses hingga 105.000 perintah per detik, memberikan kinerja cepat dan bebas lag saat menjalankan berbagai aplikasi.
Tampilan interior semakin menarik dengan layar tengah 14,6 inci beresolusi tinggi, terbesar di kelasnya, yang didampingi oleh layar LCD 8,8 inci.
Sistem ini mendukung aplikasi hiburan populer seperti Spotify, serta telah dilengkapi Wireless Apple CarPlay, dengan dukungan Android Auto menyusul segera.
Untuk sistem navigasi, mobil ini menggunakan 3D HERE Map yang menampilkan peta bangunan secara realistis, kondisi lalu lintas real-time, dan pencarian stasiun pengisian daya secara akurat.
Pengemudi juga dimanjakan dengan Voice Over System yang dapat diaktifkan hanya dengan mengucapkan 'Hello Baby', tanpa menyentuh layar, dari kursi mana pun.
Dan yang gak kalah penting, kamera 360 dengan petunjuk garisnya juga cukup presisi dan kami membuktikannya sendiri, ketika harus melakukan parkir mundur dengan kondisi jendela dan kaca mobil tertutup.
Spesifikasi Aion UT meliputi dua varian (Standar dan Premium) dengan kapasitas baterai 44 kWh dan 60 kWh, tenaga motor listrik 134 hp dan 201 hp, serta jarak tempuh 400 km dan 500 km (NEDC).
Mobil ini mendukung fast charging CCS2 yang mampu mengisi daya 30-80% dalam 24 menit, dilengkapi fitur keselamatan ADAS Level 2, serta memiliki interior modern dengan layar sentuh 14,6 inci dan bagasi luas hingga 440 liter.