Automotive

Fasilitas Pindad Belum Siap buat Garap Maung Versi Menteri Prabowo

Brian Priambudi
Fasilitas Pindad  Belum Siap buat Garap Maung Versi Menteri Prabowo

Uzone.id - Baru-baru ini Presiden Prabowo Subianto meminta jajaran menterinya menggunakan mobil yang diproduksi secara lokal, seperti Pindad Maung MV3.

Meskipun pendanaan untuk mobil menteri buatan lokal sudah siap, namun kemampuan produksi PT Pindad ternyata belum bisa memenuhi permintaan tersebut.

Presiden Prabowo Subianto memang belum lama ini membangga-banggakan Maung buatan Pindad, bahkan orang nomor satu di Indonesia itu menginginkan kendaraan yang sama digunakan dinas oleh menterinya.

"Sebentar lagi saudara-saudara semua harus pakai Maung, saya enggak mau tahu," ujar Prabowo kepada para menteri dan ajajran dalam Sidang Kabinet Paripurna yang digelar di Istana Negara seperti dikutip dari Youtube Sekretariat Presiden.

"Yang mobil-mobil bagus pakai kalau libur saja. Ya pada saat saya enggak panggil kau boleh lah pakai mobil itu," jelasnya.



Presiden Prabowo Subianto menggunakan mobil Pindad Maung MV3 dengan spesifikasi kepresidenan yang membuat namanya memiliki tambahan Garuda Limousine.

Pindad membuat Maung Garuda Limousine dengan spesifikasi khusus untuk memenuhi kebutuhan perlindungan orang nomor satu dan nomor dua di Indonesia saat ini.

Menariknya, kendaraan Presiden Prabowo Subianto berwarna putih, berbeda dengan presiden-presiden lainnya yang berwarna hitam.





Pindad Maung Garuda Limousine punya bobot 2,95 ton dengan dimensi panjang 5,05 meter, lebar 2,06 meter, dan tinggi 1,87 meter.

Di balik bodynya terdapat mesin bertenaga 202 PS dan transmisi AT 8 percepatan yang bisa diajak berlari dengan kecepatan maksimal 100 km/jam.

Menanggapi permintaan Presiden Prabowo Subianto, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan anggaran untuk mobil Pindad para menteri sudah siap. Hanya saja realisasinya menunggu kesiapan produksi Pindad.



"Tahun ini harusnya ada (anggarannya), tapi rupanya kapasitas PT Pindad belum cukup. Jadi (anggarannya) dikembalikan tahun ini," sebut Purbaya seperti dikutip dari Antara.

Menurut Purbaya, pencairan anggaran untuk belanja Maung sebagai kendaraan menteri akan menyesuaikan kesiapan pabrik industri.

Purbaya mengaku jika produksi di dalam negeri sudah mampu memenuhi permintaan, Kementerian Keuangan siap melakukan pembayaran.

"Tergantung industrinya. Kalaus aya kan targetkan uangnya ada. Tapi nanti kalau saya ikut campur ke industri, dibilang cawe-cawe. Tapi kami siap," pungkasnya.