Fakta-fakta Satelit Nusantara Lima, Punya Kapasitas Terbesar se-Asia
Uzone.id — Hari ini, Selasa,
(09/09) di Florida, Amerika Serikat, Indonesia melalui PT. Pasifik Satelit
Nusantara meluncurkan Satelit Nusantara Lima (N5) menggunakan roket dari
perusahaan Elon Musk, SpaceX.
PSN menjelaskan bahwa Nusantara Lima akan meluncur
menggunakan Falcon 9 milik SpaceX dan menuju ke orbit 113° Bujur Timur.
Dalam keterangannya, satelit ini mengemban misi untuk ‘membawa terang ke ujung negeri’ dengan menghadirkan akses internet yang lebih cepat, luas dan merata. Dibuat oleh Boeing, satelit ini menjadi simbol sebuah harapan, yaitu agar Indonesia bisa semakin terhubung tanpa terkecuali.
“Dari Banda Aceh sampai Papua, dari kota besar hingga pulau
kecil, sinyal ini akan berusaha hadir,” tulis PSN dalam blog resmi mereka,
dikutip Senin, (08/09).
Nah, untuk mengetahui lebih jauh soal Satelit Nusantara
Lima, berikut beberapa faktanya!
Habiskan Rp7,5 triliun
CEO PSN sekaligus Ketua Asosiasi Antariksa Indonesia
(Ariksa), Adi Rahman Adiwoso mengungkap bahwa nilai investasi Satelit Nusantara
Lima ini mencapai Rp7 triliun sampai Rp7,5 triliun.
Di proyek ini, pemerintah Indonesia turut berperan dengan
memberikan insentif fiskal melalui BKPM karena pembangunan satelit
dikategorikan sebagai infrastruktur strategis.
Punya Kapasitas Terbesar se-Asia
Satelit Nusantara Lima (N5) sendiri diklaim menjadi satelit
dengan kapasitas terbesar di Asia dan sudah dibekali dengan teknologi Very High
Throughput Satellite (VHTS).
Satelit ini disebut memiliki kapasitas total 160 Gbps
(terbesar di Asia) dan diklaim canggih. Tak hanya itu, satelit ini juga sudah
dilengkapi dengan digital processor sehingga bisa mengatur kapasitas sesuai
dengan kebutuhan di seluruh cakupan wilayah.
Satelit ini memiliki berat peluncuran sekitar 7.800 kg.
Nantinya, satelit ini akan mengorbit di 113° Bujur Timur dan dirancang untuk
beroperasi lebih dari 15 tahun.
Wilayah Cakupan
Nah, soal wilayah cakupannya, Satelit Nusantara Lima ini
tidak hanya digunakan di Indonesia namun juga akan mencakup wilayah di Asia
Tenggara, termasuk Malaysia dan Filipina.
Melansir dari Bisnis Indonesia, PSN akan mengalokasikan pemanfaatan kapasitas sebesar 14 Gbps ke wilayah Filipina, 8 Gbps di Malaysia, dan sebagian besar akan digunakan di dalam negeri untuk berbagai kepentingan komersial, mulai dari telekomunikasi, perbankan, hingga kebutuhan survei seismologi.
PSN juga telah menyiapkan tujuh gateway, yaitu di Aceh,
Banjarmasin, Bengkulu, Cikarang, Gresik, Kupang, dan Tarakan.
Layani Indonesia Timur
Satelit Nusantara Lima atau N5 akan membawa jaringan
internet dengan kapasitas 160 Gbps dan 101 spot beam Ka-band.
“Angka-angka ini terdengar teknis, tetapi memiliki arti yang
sederhana: akses internet lebih cepat, lebih luas, lebih merata. Dari Banda
Aceh sampai Papua, dari kota besar hingga pulau kecil, sinyal ini akan berusaha
hadir,” kata PSN.
Dengan besaran kapasitas tersebut, jaringan internet yang
dihasilkan oleh N5 ini diperuntukkan untuk menjangkau kawasan Tertinggal,
Terdepan, dan Terluar (3T), termasuk wilayah Indonesia Timur.
Satelit Nusantara Lima sudah dilengkapi oleh teknologi
pemprosesan payload yang memungkinkan kapasitas internet dan komunikasi
diarahkan ke wilayah dengan kebutuhan tertinggi, termasuk kota besar, desa
terpencil, atau daerah terkena dampak bencana.
Sempat Tertunda Akibat Cuaca
Dijadwalkan meluncur pada 8 September 2025 pukul 20.30 waktu
Orlando atau 9 September 2025 pukul 08.00 WIB, peluncuran Satelit Nusantara
Lima harus mengalami penundaan karena kondisi cuaca di wilayah tersebut.