Gadget

Fakta Baru T1 Phone, HP Trump yang Bukan 'Made in USA'

Muhammad Faisal Hadi Putra
Fakta Baru T1 Phone, HP Trump yang Bukan 'Made in USA'

Uzone.id - Sempat bikin heboh hingga akhirnya dianggap ‘produk halusinasi’ karena wujudnya yang tak kunjung hadir, nasib smartphone pertama besutan Trump Mobile, T1 Phone, akhirnya menemui titik terang. Kabar baik datang dari dua petinggi perusahaan, Don Hendrickson dan Eric Thomas, dalam wawancara bersama The Verge.

Dikutip pada Senin (9/2), T1 Phone adalah smartphone berbasis Android yang benar-benar akan diluncurkan. Namun, peluncurannya mengalami penundaan panjang karena adanya perombakan desain dan spesifikasi di menit-menit akhir.

Menariknya lagi, T1 Phone bukanlah smartphonemade in USA’. Dalam wawancara tersebut, eksekutif perusahaan mengakui bahwa ponsel ini tidak sepenuhnya buatan Amerika Serikat (AS), melainkan diproduksi oleh ‘negara sahabat’.



Alasannya karena ketatnya aturan Federal Trade Commission (FTC). Untuk perangkat dengan label ‘Made in USA’ sepenuhnya, wajib bebas dari komponen asing. Hal ini tentu saja sulit dipenuhi, mengingat mayoritas rantai pasokan komponen smartphone masih berpusat di Asia.

Kendati begitu, perusahaan memastikan T1 Phone tetap akan menjalani proses perakitan akhir di Miami. Proses perakitan ini hanya melibatkan sekitar 10 komponen terakhir saja sebelum dikemas. 

Spesifikasi dan harga T1 Phone berubah


Para eksekutif Trump Mobile juga menginfokan adanya perubahan strategi harga. Bagi pemesan awal yang sudah membayar deposit USD100, harga ponsel ini tetap di USD499 atau sekitar Rp7,8 juta. 

Namun, Trump Mobile berencana menaikkan harga jual ritel bagi pembeli baru, meski dijanjikan angkanya tetap di bawah USD1.000 atau di bawah Rp16,8 juta.

Secara spesifikasi, T1 Phone sebenarnya lebih cocok masuk kategori mid-range. Dapur pacunya mengandalkan prosesor Snapdragon 7 Series, serta memiliki memori penyimpanan 512 GB yang masih bisa ditambah sampai 1 TB. Dayanya pun ditopang oleh baterai 5.000 mAh.

Di sektor kamera, ponsel ini membawa sensor utama 50 MP yang ditemani lensa telephoto dan ultrawide. Kamera depannya juga cukup besar dengan resolusi 50 MP untuk selfie.



Secara fisik, desainnya mengalami sedikit perombakan. Modul kamera belakang kini menampung tiga lensa vertikal.

Logo ‘T1’ juga dipastikan hilang dari bodi belakang. Namun, ciri khas warna emas yang mencolok dan aksen bendera Amerika tetap dipertahankan. 

Rencananya, ponsel ini akan mulai dikirim ke konsumen setelah lolos sertifikasi operator pada pertengahan Maret mendatang.