ESG Vivo: Energi Bersih 6.000 MWh, Kemasan Daur Ulang 547 Ton
Uzone.id – Bertepatan dengan peringatan 30 tahun berdirinya Vivo, perusahan merilis Sustainability Report 2024.
Laporan Sustainability Report 2024 menunjukkan bahwa sepanjang tahun 2024, Vivo berhasil menghasilkan 6.000 MWh energi bersih dan mendaur ulang 547 ton kemasan.
Melalui program Green Symbiosis, Vivo memperluas material ramah lingkungan, termasuk penggunaan 74,76 ton material berbasis hayati dan 30 persen kaca daur ulang dalam produksi perangkat, serta pemanfaatan kembali lebih dari 547 ton bahan baku dari kemasan pada 2024.
Perusahaan juga mengembangkan proyek energi terbarukan, termasuk instalasi fotovoltaik yang menghasilkan 6.016,3 megawatt-jam listrik bersih dan mengurangi lebih dari 3.600 ton emisi CO₂ ekuivalen.
Upaya penghematan air juga tunjukan hasil yang positif dengan berhasil menghemat 22.765 ton air. Sementara itu, program daur ulang perangkat dan komponen mendukung pengelolaan limbah elektronik yang bertanggung jawab di berbagai negara.
Vivo juga berkomitmen menciptakan lingkungan kerja yang aman, inklusif, dan mendukung pengembangan keterampilan. Pada 2024, perusahaan memberikan lebih dari 223.000 jam pelatihan bagi karyawan di seluruh dunia.
Di Indonesia, pabrik vivo memperoleh Provincial Zero-Accident Factory Award yang mencerminkan komitmen terhadap keselamatan kerja dan kesejahteraan karyawan.
“Sebagai bagian dari jaringan global vivo, kami di Indonesia berkomitmen untuk menghadirkan inovasi teknologi yang inklusif, mendukung inisiatif lingkungan, dan memperkuat kemitraan dengan berbagai pihak. Upaya-upaya ini sejalan dengan visi kami untuk menjadi mitra jangka panjang dalam mendukung transformasi digital dan keberlanjutan di Indonesia,” ungkap CEO Vivo, Gary Huang, dalam siaran pers yang diterima Uzone.
Bersama-sama, inisiatif ini menunjukkan pendekatan terintegrasi vivo terhadap keberlanjutan, menghubungkan inovasi teknologi dengan dampak nyata bagi masyarakat, memastikan tanggung jawab lingkungan melalui aksi hijau yang terukur, serta membangun budaya yang mengutamakan manusia di seluruh operasinya.
Dengan mengutamakan prioritas ini, Vivo memperkuat perannya sebagai mitra jangka panjang dalam perjalanan pembangunan digital dan berkelanjutan di berbagai negara.