Enggan Tutup Akun Anak, Meta dan Google Diperiksa Komdigi
Uzone.id — Kementerian
Komunikasi dan Digital mulai melakukan sidak awal pada platform-platform yang
sudah ditunjuk untuk melakukan pembatasan usia pada anak-anak di bawah umur.
Terbaru, Komdigi memanggil dua induk platform, Google dan
Meta untuk menjalani pemeriksaan terkait kepatuhan mereka dalam aturan
perlindungan anak atau PP Tunas.
Pemanggilan ini diumumkan pada Senin, (31/03) dimana ini
menjadi tindak lanjut Komdigi karena YouTube, Facebook, Instagram dan Threads
belum mau melakukan tindakan pembatasan platform pada akun-akun di bawah 16
tahun.
Tak hanya itu, ini juga diklaim menjadi upaya pemerintah agar semua platform digital yang ada di Indonesia mau patuh pada aturan yang berlaku untuk melindungi anak-anak.
“Pemanggilan ini adalah bagian dari proses penegakan hukum
yang terukur dan sesuai prosedur. Negara hadir dan tegas. Tidak ada toleransi
terhadap ketidakpatuhan yang berpotensi membahayakan anak di ruang digital,”
kata Menkomdigi Meutya Hafid.
Tak hanya Meta dan Google saja yang kena warning dari
Komdigi, TikTok dan Roblox yang sudah berkomitmen untuk membatasi akun
anak-anak pun ikut kena surat dari Kementerian tersebut.
Komdigi meminta TikTok dan Roblok untuk segera sepenuhnya
patuh pada aturan tersebut sebagaimana komitmen mereka di awal. Jika masih
setengah-setengah dan belum sepenuhnya melaksanakan aturan tersebut, nasib
mereka kemungkinan bisa sama seperti Meta dan Google.
“Apabila tidak ada perbaikan signifikan, Kemkomdigi akan
melanjutkan ke tahap pemanggilan dan pemeriksaan,” tambahnya.
Pemanggilan ini menjadi bagian dari tahapan penegakan hukum yang sudah diatur dalam PP TUNAS, termasuk pengawasan yang meliputi pemantauan dan pemeriksaan lanjutan, hingga pengenaan sanksi administratif secara bertahap.
Meutya menegaskan bahwa semua proses tersebut dijalankan
secara hati-hati agar nantinya tidak menimbulkan potensi maladministrasi dan
juga memastikan setiap tindakan memiliki dasar hukum yang kuat.
Sementara itu, dua platform lainnya yaitu Bigo Live dan X
sudah bisa bernapas lega karena mereka sudah secara menyeluruh melakukan
pembatasan akses pada pengguna anak-anak di bawah umur.
“Apresiasi kami sampaikan kepada platform yang responsif dan
patuh. Ini menunjukkan bahwa kepatuhan bukan hal yang sulit jika ada komitmen,”
ujar Meutya.
Setelah kurang lebih 4 hari diterapkan, Komdigi terus
memberikan reminder bagi semua entitas bisnis khususnya perusahaan
digital agar tetap patuh terhadap kebijakan yang berlaku di Indonesia.