Elon Musk Kawinkan 2 Perusahaannya, SpaceX dan xAI Kini Bersatu
Uzone.id — Perusahaan roket
milik Elon Musk, SpaceX resmi mengambil alih startup AI xAI yang juga berada di
bawah kepemilikan Elon Musk. Dengan begini, dua perusahaan tersebut secara
resmi berada di satu naungan bisnis milik miliarder tersebut.
SpaceX mengkonfirmasi kesepakatan akuisisi xAI tersebut pada
Senin, (03/2) dengan mengunggah memo dari Elon Musk.
Di memo tersebut, Musk menyebut langkah ini sebagai upaya membangun “mesin inovasi” yang menyatukan AI, roket, internet satelit, hingga media dalam satu atap.
“SpaceX resmi mengakuisisi xAI untuk membentuk mesin inovasi
terintegrasi vertikal paling ambisius di (dan di luar) Bumi, yang mencakup
kecerdasan buatan (AI), roket, internet berbasis ruang angkasa, komunikasi
direct-to-cell, dan platform informasi real-time dan free speech,” katanya
dikutip dari situs SpaceX, Selasa, (03/02).
Sayangnya, tidak disebutkan nilai transaksi yang
digelontorkan Musk tapi sumber yang mengetahui kesepakatan tersebut menyebut
xAI bernilai sekitar USD125 miliar, sementara SpaceX tembus USD1 triliun. Angka
ini langsung menempatkan SpaceX sebagai perusahaan swasta paling bernilai di
dunia saat ini.
Dalam memo yang sama, Musk mengatakan kalau dirinya percaya
bahwa luar angkasa akan menjadi solusi bagi kebutuhan energi perusahaan AI.
“Dalam jangka panjang, AI berbasis luar angkasa jelas
merupakan satu-satunya cara untuk melakukan skala besar,” tulisnya.
Ia menyebut peluncuran satelit AI dari Bumi akan menjadi fokus awal, namun menambahkan bahwa kesepakatan ini juga akan membantu mewujudkan ambisi yang lebih besar.
Ambisinya ini pun diwujudkan dengan rencana Musk untuk
meluncurkan hingga satu juta satelit Starlink ke orbit Bumi demi mendukung
kebutuhan kecerdasan buatan (AI) di masa depan.
Dalam dokumen yang diajukan ke Komisi Komunikasi Federal AS
(FCC), SpaceX menyebut satelit-satelit ini akan berfungsi sebagai “orbital data
center” atau pusat data di luar angkasa.
Tujuannya, menyediakan daya komputasi besar yang dibutuhkan
AI dengan lebih efisien, yang kini disebut sudah melampaui kemampuan pusat data
di Bumi.
Kondisi ‘memakan’ perusahaan sendiri ini bukan pertama
kalinya dilakukan oleh Elon Musk. Sebelum menyatukan xAI dan SpaceX, Tesla–yang
juga milik Elon Musk–telah menginvestasikan dana sebesar USD2 miliar ke xAI.
Meski langkah itu menuai kritik dari sebagian pemegang
saham, tapi Musk dengan pendiriannya melakukan hal tersebut, bahkan di saat
suara abstain dan penolakan justru lebih banyak dibandingkan yang setuju.