Elon Musk Kalah dari Sam Altman, Gagal Dapat Ganti Rugi Rp2.200 T
Uzone.id — Dari
kawan jadi lawan, kalimat ini cocok menggambarkan hubungan dua bos teknologi,
Elon Musk dan Sam Altman. Sama-sama
pernah berjuang bersama membangun OpenAI, Elon Musk dan Sam Altman kini malah
saling serang di pengadilan.
Setelah kurang
lebih satu tahun menuntut Sam Altman dan OpenAI di pengadilan dengan meminta
ganti rugi hingga USD134 miliar atau Rp2.200 triliun, Elon Musk harus menelan
pil pahit karena pengadilan akhirnya menolak tuntutan tersebut.
Juri pengadilan di Oakland memutuskan bahwa gugatan yang diajukan oleh Elon Musk bersifat kadaluarsa berdasarkan pada hukum ketentuan pembatasan waktu (Statue of Limitations).
Juri pengadilan menilai bahwa tuntutan yang diajukan pada
2024 lalu ini sudah kadaluarsa karena ia tak langsung melaporkannya, diketahui
Musk sudah tahu pelanggaran tersebut sejak tahun 2021 dan baru dilaporkan 3
tahun kemudian, yang berarti ia telah melewati batas waktu tiga tahun yang
ditetapkan undang-undang.
Musk menuduh Sam Altman dan OpenAI melanggar misi pendirian
perusahaan sebagai organisasi nirlaba dengan mengubahnya menjadi badan usaha
yang berorientasi pada keuntungan.
Para juri juga memutuskan bahwa OpenAI, Sam Altman, dan
Brockman tidak bersalah atas semua tuntutan, dan menolak tuntutan terpisah
lainnya dari Musk yang menyatakan bahwa Microsoft turut andil dalam mengalihkan
OpenAI dari misi nirlaba aslinya.
Dengan keputusan tersebut, Elon Musk pun akhirnya tak
mendapat ganti rugi, dan Sam Altman bisa kembali ‘nyantai’ tanpa memikirkan
tuntutan dari mantan rekannya tersebut.
Awal Mula Prahara Elon Musk dan Sam Altman
Elon Musk memilih untuk undur diri pada 2018 lalu dengan
alasan yang masih simpang siur, ada yang bilang kalau ia ingin lebih fokus pada
Tesla yang kala itu juga tengah fokus mengembangkan AI, ada juga yang bilang
kalau Elon Musk gagal mengambil alih OpenAI sehingga memilih untuk hengkang.
Hubungan keduanya semakin memanas, apalagi ketika OpenAI
yang akhirnya membuat divisi perusahaan komersial yang merubah visi perusahaan
yang seharusnya tetap non-profit.
Kekesalan Musk semakin memuncak ketika OpenAI booming
berkat perilisan ChatGPT pada 2022 lalu. Di tahun yang sama, Musk pun
mengakusisi Twitter dan mengubahnya menjadi X.
Tak lama setelah itu, Musk mulai menyenggol OpenAI dengan menuduh kalau ChatGPT menggunakan data dari Twitter untuk melatih AI mereka. Tak sampai situ, Musk juga menuduh kalau OpenAI berubah menjadi perusahaan yang mengutamakan keuntungan dengan kendali penuh dari Microsoft.
“Itu sama sekali bukan tujuan awal perusahaan,” kata Musk.
Sejalan dengan semakin booming-nya ChatGPT, semakin
sering juga Elon Musk menyenggol Sam Altman dan OpenAI. Hingga puncaknya pada
Maret 2024, Elon Musk pertama kali menggugat Sam Altman dan OpenAI.
Dalam gugatan pertamanya tersebut, Musk menuduh Altman dan
para pendiri lainnya melanggar perjanjian awal karena mengubah OpenAI menjadi
entitas berorientasi keuntungan.
Musk kemudian sempat mencabut gugatan tersebut sebelum
akhirnya melayangkan gugatan baru secara resmi pada 2025 kemarin.