Games

Eks Pelatih MDL & MPL ID Unjuk Gigi di Wildcard M7 World Championship

Muhammad Faisal Hadi Putra
Eks Pelatih MDL & MPL ID Unjuk Gigi di Wildcard M7 World Championship

Uzone.id - Indonesia bukan saja dikenal sebagai negara penghasil talenta terbaik untuk pemain eSports profesional, khususnya untuk skena Mobile Legends: Bang Bang (MLBB). Di gelaran M7 World Championship, tepatnya di fase Wildcard, ekosistem eSports tanah air juga jago menelurkan pelatih-pelatih berkualitas dunia.

Buktinya, ada tiga juru taktik lulusan kompetisi Indonesia yang kini unjuk gigi memimpin tim dari region berbeda-beda, mereka adalah Yosua ‘Tezet’ Sanger, Vrendon ‘Vren’ Pesebre , dan Kenneth ‘Flysolo’ Coloma.

Ketiganya pernah merasakan ketatnya kompetisi Mobile Legends di Indonesia, sebelum akhirnya menangani tim di luar negeri. Tak main-main, di laga pembuka Wildcard, mereka kompak membawa timnya masing-masing menyapu bersih kemenangan 2-0 dan langsung jadi kandidat kuat lolos ke Swiss Stage M7 World Championship.




Tezet jadi satu-satunya pelatih asli Indonesia. Ia punya rekam jejak mentereng dengan pernah membuat Aura Fire dari tim papan bawah menjadi penantang serius di MPL ID Season 9 dan Season 10. Kini, Tezet mengomandoi tim Mobile Legends asal Turki, Bootsgate Esports.

Sementara untuk Vren dan FlySolo, memang berpaspor Filipina. Tapi, karir kepelatihan keduanya sangat lekat dengan kompetisi Indonesia.

FlySolo bahkan memulai debutnya sebagai pelatih PABZ Esports dan Pendekar Esports di kasta MDL. Meski saat itu belum juara, pengalaman di Indonesia jadi batu loncatan baginya hingga kini dipercaya melatih tim dari region Eastern Europe and Central Asia (EECA), Virtus.pro.

Demikian juga dengan Vren yang sempat menangani Bigetron dan terakhir RRQ Hoshi di MPL ID Season 13. Saat ini, ia melatih tim asal China, Guangzhou Gaming. 



Akan menarik melihat bagaimana perjalanan ketiga pelatih ini di Wildcard setelah sama-sama kembali ke Indonesia untuk bersaing di M7. Hanya ada dua tim yang akan berhak maju ke Swiss Stage dari fase ini, dan slot tersebut tidak hanya diperebutkan oleh ketiga pelatih tersebut, tetapi oleh total delapan tim yang berjuang keras untuk mengamankannya.