Efek Lebaran, Honda Prediksi Penjualan Motor Naik 15 Persen
Uzone.id - PT Astra Honda Motor (AHM) memprediksi penjualan motor di Indonesia akan mengalami peningkatan menjelang Lebaran 2026. Bahkan diprediksi kenaikannya bisa mencapai belasan persen dibandingkan bulan sebelumnya.
Ini disampaikan oleh Octavianus Dwi Putro selaku Direktur Pemasaran PT AHM, dirinya mengatakan kalau tren penjualan motor Indonesia selalu meroket menjelang Lebaran.
"Lebaran seharusnya selama sebulan bisa naik 15 persen. Tapi tergantung timing Lebran di tanggal berapa. Kebetulan tahun ini kan adanya di akhir bulan," ujar Octa di Sunter, Jakarta Utara belum lama ini.
"Jadi sebulan ini full menikmati (permintaan tinggi konsumen). Karena siklusnya kan begitu, menjelang Lebaran naik, nanti setelahnya sedikit ada koreksi," lanjut Octa.
Octa mengatakan, pihaknya saat ini sedang berupaya keras untuk memunuhi permintaan sepeda motor dari konsumen yang masuk menjelang Lebaran.
Menurutnya, kendaraan yang dipesan sebelum Lebaran kemungkinan besar dinantikan oleh konsumen karena hendak dipakai untuk perjalanan selama Hari Raya.
"Overall market motor ada pertumbuhan 2 bulan terakhir. Ya kita masih on target. Harapannya sampai lebaran nanti kita akan bisa fulfill permintaan market yang kelihatannya ada kenaikan ini," sebutnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, penjualan motor Indonesia menunjukkan akselerasi yang tinggi di awal tahun 2026. Tercatat, penjualan motor secawa wholesales pada periode Januari hingga Februari 2026 hampir menembus 1,2 juta unit atau tepatnya 1.165.117 unit.
Apabila dianalisis lebih detail, bulan Januari 2026 merupakan pendorong utama pertumbuhan tersebut. Pada bulan pertama, jumlah motor yang didistribusikan ke jaringan dealer mencapai 577.763 unit.
Sementara itu, memasuki Februari 2026, grafik penjualan tetap menunjukkan peningkatan namun dengan laju yang sedikit melambat.
Soal target panjualan sepeda motor di Indonesia, Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) menetapkan angka yang relatif stabil antara 6,4 juta sampai 6,7 juta unit.
Angka tersebut ditetapkan dengan pertimbangan penjualan motor baru di tahun 2025 yang mampu mencapai 6,4 juta unit atau tumbuh sedikit dibandingkan 2025.