Efek iPhone Air Boncos, Xiaomi dkk Batal Bikin HP Tipis
Uzone.id - Penjualan iPhone Air dilaporkan jauh di bawah ekspektasi, bahkan disebut-sebut mengecewakan ketimbang iPhone 17, 17 Pro, dan 17 Pro Max. Efeknya bukan cuma bikin pusing Apple saja, tapi membuat para pesaingnya, terutama merek-merek asal China, ragu-ragu untuk garap HP ultra tipis mereka.
Menurut laporan Digitimes, merek smartphone asal China seperti Xiaomi, Oppo, dan Vivo, ramai-ramai membatalkan atau membekukan proyek ponsel tipis mereka. Langkah ini, seperti dikutip Uzone pada Jumat (28/11), merupakan respon akan sambutan pasar yang dingin untuk iPhone Air.
Xiaomi misalnya, yang tadinya ambisius merancang pesaing iPhone Air, dilaporkan langsung membatalkan proyek tersebut. Vivo juga sama, memilih menunda rencana membawa desain super tipis ke seri S, model mid-range mereka.
Brand tersebut juga akhirnya mengalihkan komponen eSIM yang tadinya sudah disiapkan untuk ponsel tipis ke lini produksi lain.
Kabar ini makin diperkuat dengan situasi di dapur produksi Apple sendiri. Foxconn, mitra utama perakit Apple, kabarnya sudah membongkar lini produksi khusus iPhone Air. Di sisi lain, pemasok lainnya seperti Luxshare, malah sudah menyetop produksi total sejak akhir Oktober lalu.
Kenapa konsumen ogah beli iPhone Air?
Masalah utama iPhone Air kurang laku di pasaran adalah harga yang mahal, tapi spesifikasinya disunat demi form factor yang tipis. Apple memang sukses memangkas ketebalannya jadi 5,6 mm, namun terlalu banyak kompromi yang harus diterima oleh konsumen yang telah merogoh kocek dalam-dalam.
Ambil contoh Indonesia saja. iPhone Air paling murah dengan memori 256 GB dibanderol Rp21.249.000, sementara versi 512 GB dijual Rp25.999.000, dan tipe 1 TB harus ditebus dengan harga Rp30.249.000.
Dengan harga setinggi itu, iPhone Air cuma menawarkan satu kamera belakang dan baterai yang lebih kecil. Padahal, tinggal tambah dana Rp2,5 juta saja, konsumen bisa mendapatkan iPhone 17 Pro 256 GB.
Malah, harga iPhone Air 512 GB cuma beda Rp250 ribu dari iPhone 17 Pro Max 256 GB dan harga iPhone Air 1 TB sama seperti iPhone 17 Pro Max versi 512 GB.
Model Pro, tentu menawarkan spesifikasi yang jauh lebih canggih. Bukan saja punya GPU lebih kencang, versi Pro menyuguhkan tiga kamera lebih mumpuni dan baterai dengan kapasitas lebih besar.
Sebenarnya bukan cuma iPhone Air saja yang kurang ngigit di pasaran. Sebelumnya, Samsung Galaxy S25 Edge yang hadir duluan, juga mengalami nasib serupa. Malah, Samsung dilaporkan telah menghentikan produksi Galaxy S25 Edge dan mencoret rencana debut penerusnya di tahun depan.