Dini Hari Mencekam, Sudirman–Thamrin Jadi Lokasi Balap Liar
Uzone.id - Jalan raya yang menopang Ibu Kota DKI Jakarta, tepatnya di Sudirman hingga Thamrin lagi ramai diperbincangkan. Pasalnya jalan raya ini jadi area nongkrong anak motor sampai digunakan balap liar.
Kondisi ini diketahui lewat video yang viral di media sosial. Video menunjukkan lalu lintas tersendat karena adanya kerumunan para pengendara motor pada Minggu (3/5) dini hari.
Awalnya video ramainya Jalan Sudirman dan Thamrin digunakan balap liar diunggah oleh akun Instagram Ijoel. Dirinya menyoroti isu lalu lintas di area DKI Jakarta.
Berdasarkan keterangan pada video, situasi yang terekam terjadi sekitar pukul 01.00 WIB. Saat itu Ijoel mengaku tengah melintas dari arah Bundaran Senayan menuju Monumen Nasional (Monas).
Saat melalui area dekat MRT Bundaran HI hingga Kedutaan Jepang, Ijoel menemukan jalanan sudah dipadati pengendara motor yang berkumpul secara tidak teratur.
Ijoel mengatakan seharusnya pihak berwajib konsisten melakukan patroli untuk menertibkan balap liar yang terjadi.
"#SadarDiriAje setiap tengah malem jalur 'protokol utama' berasa kagak ada aturan atau penegak hukum. Pokoknya sepanjang Sudirman (Bundaran Senayan) - Monas itu mesti konsisten 3 pilar rutin patroli yak," ujar Ijoel dalam keterangan di Instagramnya.
Perlu diketahui balap liar merupakan kegiatan yang dilarang keras dan sudah diatur dalam Undang-Undang No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UU LLAJ).
Tepatnya pada Pasal 115 huruf b di UU LLAJ, kegiatan ini dianggap melanggar ketertiban, membahayakan keselamatan, serta merusak fasilitas umum.
Kemudian pada Pasal 297 UU LLAJ ditetapkan kalau pelanggar pasal 115 huruf b bisa dikenakan sanksi kurungan maksimal 1 tahun atau denga hingga Rp3 juta.
Jusri Pulubuhu selaku Instruktur dan Founder Jakarta Defensive Driving Consultant menurutnya pembalap liar banyak dari kelompok pemuda antara 15-29 tahun yang sedang banyak mencari tantangan dan sensasi.
Mereka tidak menyadari kalau kegiatan yang dilakukan berbahaya bukan hanya bagi diri sendiri, tetapi orang lain.
Bahkan pembalap liar sering merasakan kegiatan berkendara sehari-hari seperti sebuah ajang balap. Contohnya seperti pada saat menunggu lampu merah di persimpangan.
"Mereka akan menggebu-gebu saat di lampu merah, mereka menganggap lampu merah adalah garis start. Siapa yang duluan beberapa meter itu akan timbul kepuasan. Mereka justru kan tertekan kalau membawa motor pelan atau tertib," ujar Jusri belum lama ini.
"Jadi ini adalah thrill seeker atau pencari sensasi, orang-orang yang suka cari sensasi. Mereka suka sekali mendapatkan adrenalin, ketika adrenalin muncul itu biasanya diikuti oleh euphoria. Mereka suka melakukan batas-batas antara takut dan tidak, mereka suka sekali dipuji," lanjutnya.